BERITA TERKINI
Sosialisasi Gizi dan Uji Organoleptik Menu MBG Dilaksanakan di SDN Sindanglaya 2 Pandeglang

Sosialisasi Gizi dan Uji Organoleptik Menu MBG Dilaksanakan di SDN Sindanglaya 2 Pandeglang

Kegiatan sosialisasi gizi sekaligus uji organoleptik menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di SD Negeri Sindanglaya 2, Kabupaten Pandeglang, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya edukasi gizi bagi siswa sekaligus evaluasi kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program.

Ahli Gizi Dapur MBG Sindanglaya 2, Nita Anggerina Putri Hi Setiawan, SKM., M.KM, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya pola makan sehat serta memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.

Dalam sosialisasi, siswa diberikan materi mengenai gizi seimbang, kebiasaan hidup bersih, pentingnya mencuci tangan sebelum makan, serta perlunya konsumsi makanan sehat untuk mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar. Nita menekankan bahwa makanan bergizi tidak sekadar untuk mengenyangkan, tetapi berperan bagi kesehatan, pertumbuhan, dan semangat belajar siswa.

Selain edukasi, dilakukan pula uji organoleptik terhadap menu MBG yang dibagikan. Penilaian mencakup rasa, aroma, tekstur, warna, hingga tingkat penerimaan makanan oleh siswa. Berdasarkan evaluasi sementara, menu yang disajikan dinilai layak konsumsi dan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Nita menyebut pemantauan akan terus dilakukan agar kualitas makanan tetap terjaga sesuai standar gizi dan keamanan pangan.

Kepala SDN Sindanglaya 2, Endang Sukendar, S.Pd, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi dan evaluasi menu membuka ruang komunikasi antara sekolah, ahli gizi, wali murid, dan siswa terkait menu yang disukai anak-anak. Ia menyebut jumlah siswa di sekolah itu sekitar 145 orang, dengan karakter dan selera makan yang beragam.

Endang menilai menu MBG tidak hanya harus bergizi, tetapi juga perlu disesuaikan dengan selera anak agar makanan lebih diminati dan tidak terbuang. Ia mencontohkan perbedaan selera anak di kampung dan di kota, serta menyampaikan bahwa beberapa jenis makanan tertentu kadang kurang disukai oleh siswa.

Ia juga berharap variasi menu dalam program MBG dapat terus ditingkatkan agar siswa tidak bosan dengan jenis makanan tertentu. Menurutnya, evaluasi menu penting dilakukan dengan tetap berpegang pada prinsip makanan sehat dan bergizi seimbang.

Pihak sekolah berharap sinergi antara ahli gizi, sekolah, dan wali murid dapat membuat program MBG berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan tumbuh kembang siswa.