Pantai Lamalaka di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dikenal dengan panorama laut dan suasana pesisirnya. Di balik daya tarik alam itu, kawasan ini juga menyimpan kuliner lokal yang kini ramai dibicarakan pengunjung, yakni SOP PARU AW dengan menu andalan paru goreng.
SOP PARU AW menampilkan perpaduan kuah sop hangat dan segar dengan paru sapi goreng. Paru digoreng hingga kering di bagian luar namun tetap empuk di dalam, menghadirkan sensasi gurih yang menjadi ciri pembeda dari sop pada umumnya.
Keistimewaan sajian ini disebut terletak pada proses pengolahan yang masih mempertahankan cara tradisional. Paru sapi dipilih dari bahan berkualitas, dibersihkan, lalu direbus bersama rempah-rempah hingga bumbu meresap. Setelah itu, paru digoreng dengan teknik khusus untuk menghasilkan tekstur renyah tanpa menghilangkan rasa alami dan kelembutan dagingnya. Aroma paru goreng kerap menarik perhatian orang yang melintas di sekitar kawasan pantai.
Selain paru goreng, kuah sop menjadi daya tarik utama. Racikan bumbu yang terdiri dari bawang, rempah-rempah lokal, dan kaldu alami menghasilkan kuah bening yang kaya rasa. Disajikan panas, kuah ini memberi sensasi hangat yang cocok dinikmati di tengah angin laut Pantai Lamalaka.
Lokasinya yang berada di kawasan pantai turut menambah pengalaman bersantap. Pengunjung dapat menikmati pemandangan laut, debur ombak, dan suasana pesisir sembari menyantap hidangan. Nuansa santai tersebut kerap menjadikan momen makan tidak sekadar mengisi perut, tetapi juga bagian dari relaksasi dan kebersamaan.
SOP PARU AW disebut digemari warga Kelurahan Lembang dan menarik perhatian pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Bantaeng dan sekitarnya. Sejumlah orang datang ke Pantai Lamalaka bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja untuk mencicipi menu ini. Kehadirannya juga dinilai turut menggerakkan perekonomian lokal sebagai bagian dari geliat UMKM kuliner di wilayah pesisir.
Dari sisi penyajian, SOP PARU AW dikenal dengan porsi yang pas dan harga yang terjangkau. Kesederhanaan penyajian justru menjadi daya tarik karena menonjolkan rasa tanpa tambahan berlebihan.
Lebih jauh, kuliner ini juga dipandang mencerminkan identitas masyarakat setempat. Proses memasak yang dilakukan dengan ketelatenan dan nuansa kekeluargaan dinilai memperlihatkan nilai kebersamaan yang masih kuat di Kelurahan Lembang.
Ke depan, SOP PARU AW disebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai ikon kuliner Pantai Lamalaka. Pengelolaan yang baik, kebersihan yang terjaga, serta pelayanan yang ramah dinilai dapat memperkuat daya tarik wisata kuliner di Kabupaten Bantaeng. Kolaborasi pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah setempat disebut dibutuhkan agar kuliner khas ini semakin dikenal luas.
Pada akhirnya, SOP PARU AW bukan hanya hidangan, tetapi juga bagian dari kekayaan rasa dan budaya lokal Kelurahan Lembang. Menikmatinya di tepi Pantai Lamalaka menghadirkan perpaduan kuliner, pemandangan alam, dan kehangatan suasana pesisir.

