BERITA TERKINI
Software Akuntansi Diterapkan untuk Menertibkan Keuangan Usaha Kuliner BUMDes Karangsalam

Software Akuntansi Diterapkan untuk Menertibkan Keuangan Usaha Kuliner BUMDes Karangsalam

Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, terus berbenah dalam pengembangan potensi wisata dan ekonomi kreatif. Sejak ditetapkan sebagai Desa Wisata melalui SK Bupati Banyumas Nomor 556/168/Tahun 2020, aktivitas usaha kuliner warga semakin marak, terutama saat pasar malam yang rutin digelar setiap akhir pekan.

Di tengah pertumbuhan tersebut, pelaku usaha kuliner menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan pencatatan keuangan. Direktur BUMDes Dekade Maju Karangsalam, Eddy, mengatakan pasar malam memberikan dorongan baru bagi perekonomian warga, namun perlu diiringi pengelolaan yang baik, khususnya dalam pencatatan keuangan. Menurutnya, pencatatan yang tertib tidak hanya mendukung transparansi, tetapi juga menciptakan kondisi usaha yang lebih kondusif.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengimplementasikan software akuntansi yang didukung perangkat memadai. Tim tersebut diketuai Dr. Eliada Herwiyanti, S.E., M.Si., Ak., dengan anggota Warsidi, S.E., M.Si., Ak., Drs. Agus Faturokhman, MM., Ak., dan Probo Hardini, S.T., M.T., Ph.D. Program ini merupakan bagian dari Skema PKM Berbasis Riset dengan pendanaan BLU Unsoed.

Eddy menyampaikan penerapan sistem tersebut membuat pencatatan keuangan bisnis kuliner di bawah BUMDes menjadi lebih jelas dan mudah dipahami. Hal serupa disampaikan Vinda, pengurus BUMDes Dekade Maju, yang menilai bantuan ipteks tersebut bermanfaat dalam penyusunan pencatatan keuangan.

Ketua tim pengabdi, Dr. Eliada Herwiyanti, menyebut pelaksanaan program didukung Dana BLU Unsoed melalui LPPM. Ia berharap institusi pendidikan dan akademisi terus peduli pada persoalan di masyarakat serta memanfaatkan hibah agar dunia pendidikan dapat memberi dampak positif yang nyata.

Melalui penerapan software akuntansi ini, BUMDes Karangsalam kini memiliki sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan transparan, yang diharapkan menjadi fondasi penguatan ekonomi berbasis wisata desa.