Slak, sebuah kios mungil dengan dapur terbuka, menawarkan pengalaman street food Turki dengan tampilan yang sengaja dibuat sederhana dan bernuansa nostalgia. Berlokasi tidak jauh dari Moulin Rouge, tempat ini mengusung konsep menu ringkas: hanya dua pilihan utama, yakni islak hamburger (burger basah) dan tantuni.
Slak dimiliki keluarga pengusaha restoran yang juga dikenal lewat L’Atelier Dürüm. Di tempat baru ini, dua ikon street food Turki tersebut disajikan terutama untuk dibawa pulang, dengan fokus pada eksekusi yang cepat dan praktis.
Salah satu menu yang paling menyita perhatian adalah islak hamburger, burger khas yang disebut berasal dari sekitar alun-alun Taksim pada akhir abad ke-20. Di Slak, burger ini dibuat dengan daging smash yang dipipihkan tipis saat dimasak. Setelah itu, burger direndam dalam saus tomat dengan bawang putih, rempah-rempah, dan herba, lalu dipanggang serta dikukus. Hasil akhirnya adalah roti yang sangat lembut dan daging yang tetap berair dengan rasa yang kuat. Menu ini ditawarkan seharga Rp 70.000.
Menu utama lainnya, tantuni (8,50€), menampilkan sisi berbeda dari street food Turki yang berasal dari Mersin, Turki selatan. Daging dipotong halus dan tipis, dipanggang di atas plat besi besar, lalu dibumbui rempah khas. Penyajiannya menggunakan wrap buatan sendiri atau roti lembut, dilengkapi bawang, peterseli, tomat, sumac, acar, serta perasan lemon.
Slak menawarkan beberapa opsi tantuni, termasuk versi daging sapi dan versi vegetarian dengan falafel. Tempat ini juga menekankan penyaluran bahan baku, seperti daging asal Prancis dan roti yang dibuat oleh mitra pengrajin. Untuk paket menu, kisaran harga disebut berada di antara 13,50€ hingga 14,50€.
Di luar dua menu utama, pilihan di Slak tetap minimalis: satu lauk pendamping berupa kentang buatan sendiri yang disajikan bersama saus, beberapa minuman tradisional seperti ayran, limun, teh es, dan bir Turki, serta satu hidangan penutup berupa milkshake Maraş dengan pistachio (6,50€).
Slak buka hingga tengah malam, dan pada akhir pekan beroperasi sampai pukul 2 pagi. Jam operasional ini membuatnya selaras dengan ritme kawasan Pigalle yang dikenal cepat dan dinamis.
Catatan: pengujian dalam artikel ini dilakukan sebagai bagian dari undangan profesional.

