BERITA TERKINI
Siswa MTs N 4 Bantul Ujian Praktik Bahasa Inggris Lewat Iklan Kuliner Khas Daerah

Siswa MTs N 4 Bantul Ujian Praktik Bahasa Inggris Lewat Iklan Kuliner Khas Daerah

Suasana ruang kelas 9E MTs N 4 Bantul tampak berbeda pada Rabu, 11 Februari 2026. Para siswa mengikuti ujian praktik Bahasa Inggris dengan cara yang lebih kreatif dan aplikatif, yakni membuat iklan berbahasa Inggris untuk makanan dan minuman khas Kabupaten Bantul.

Ujian praktik bertema Advertisement ini merupakan bagian dari penilaian akhir semester genap sekaligus menjadi salah satu prasyarat kelulusan bagi siswa kelas IX pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Dalam waktu 2 × 60 menit, siswa diminta merancang produk iklan lengkap yang memuat unsur penting seperti product name, headline, description, benefits, discount atau promosi, call to action, hingga informasi toko. Mereka juga diminta menambahkan gambar atau ilustrasi produk agar iklan lebih menarik.

Sejumlah siswa memilih mengangkat kuliner khas Bantul, antara lain geplak, peyek, dan wedang uwuh. Dengan bahasa Inggris yang komunikatif, mereka berupaya menonjolkan cita rasa, bahan tradisional, serta keunggulan produk agar terlihat menarik dan memiliki nilai jual.

Guru pengampu Bahasa Inggris kelas 9 MTs N 4 Bantul, Sri Wijayanti, S.S., mengatakan ujian praktik ini tidak hanya ditujukan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris siswa, tetapi juga melatih keterampilan kreatif dan kewirausahaan.

“Ujian praktik kali ini selain sebagai prasyarat kelulusan untuk siswa kelas 9 pada mapel Bahasa Inggris juga bertujuan agar siswa bisa mempraktikkan membuat iklan berbahasa Inggris yang bagus dan menarik agar bisa dimanfaatkan untuk bisnis,” ujar Sri Wijayanti.

Berdasarkan lembar kerja ujian, siswa diharapkan mampu menyusun struktur dan unsur iklan dengan benar, menggunakan tata bahasa yang tepat dan mudah dipahami, serta menampilkan visual produk yang sesuai. Kegiatan ini menunjukkan pembelajaran Bahasa Inggris di MTs N 4 Bantul tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui ujian praktik tersebut, siswa tidak hanya belajar menyusun kalimat persuasif dalam bahasa asing, tetapi juga dikenalkan pada konsep promosi dan pemasaran produk lokal. Pembelajaran pun menjadi lebih kontekstual sekaligus mendukung pengenalan kuliner khas daerah.

Pihak sekolah menilai kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran inovatif yang membekali siswa dengan keterampilan komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan potensi kewirausahaan pada masa mendatang.