BERITA TERKINI
Silk Bistro Hadirkan Street Food Hanoi Lewat Chef’s Day Out: Vietnam Edition di Jakarta

Silk Bistro Hadirkan Street Food Hanoi Lewat Chef’s Day Out: Vietnam Edition di Jakarta

Silk Bistro menghadirkan pengalaman kuliner bertema Vietnam lewat program Chef’s Day Out: Vietnam Edition, yang membawa inspirasi cita rasa street food Hanoi ke Jakarta. Menu khusus ini akan tersedia di Silk Bistro Menteng, Jakarta Pusat, dan Silk Bistro Pakubuwono, Jakarta Selatan, mulai 1 Juli hingga 16 Agustus 2026.

Hanoi, ibu kota Vietnam, dikenal dengan budaya pinggir jalan yang kuat. Aktivitas sehari-hari warganya kerap berlangsung di trotoar—mulai dari makan, minum kopi, berbincang, hingga berolahraga. Jalanan menjadi ruang sosial sekaligus bagian penting dari identitas kota. Selain itu, Hanoi juga sering disebut sebagai ibu kota kuliner Vietnam, dengan hidangan yang sederhana namun kaya rasa, terutama berkat penggunaan kaldu yang dimasak perlahan dan racikan rempah yang seimbang.

Pengalaman tersebut menjadi latar perjalanan kuliner Chef-Owner Silk Bistro Freddie Salim dan Head Chef Kartika Chandra. Selama lima hari empat malam, keduanya menyelami budaya makan sehari-hari masyarakat Hanoi, mencicipi berbagai hidangan khas Vietnam, sekaligus mengamati ritme kota yang ramai namun teratur serta budaya makan komunal yang kuat.

“Hanoi terasa sangat jujur,” ujar Chef Freddie Salim. Ia menuturkan, beberapa makanan terbaik yang mereka cicipi justru ditemukan di sudut-sudut kecil kota, dinikmati sambil duduk di kursi plastik sederhana di tengah hiruk pikuk orang yang lalu lalang. Menurutnya, ada energi yang hidup dari pengalaman tersebut, sekaligus selaras dengan konsep Silk Bistro yang menempatkan kebersamaan sebagai bagian dari makna hidangan.

Dari perjalanan itu, Freddie dan Kartika merangkai menu berdasarkan pertanyaan sederhana: hidangan seperti apa yang paling cocok dinikmati bersama segelas wine. Pertanyaan tersebut juga bertolak dari konteks sejarah Vietnam sebagai koloni Prancis yang membuat budaya menikmati wine telah lama dikenal, termasuk di Hanoi, dan kini terlihat dalam skena budaya anak muda.

Pada 23 Juni, Silk Bistro Menteng menggelar preview menu Chef’s Day Out: Vietnam Edition dengan suasana yang dibuat menyerupai pengalaman menikmati street food Hanoi. Bangku plastik kecil ala trotoar Hanoi ditempatkan di area halaman, berdampingan dengan bangku panjang, sementara Chef Freddie, Chef Kartika, dan tim menyiapkan hidangan di latar belakang. Suasana akrab dari obrolan para undangan turut mewarnai acara.

Menu yang disajikan dalam rangkaian ini mencakup beberapa hidangan khas Vietnam. Pertama, Bánh Khọt, panekuk mini renyah dengan topping udang yang disajikan bersama saus ikan khas Vietnam, nước mắm. Kedua, Bún Riêu, sup mi dengan kuah tomat dan kepiting yang dikenal sebagai salah satu comfort food di Vietnam, dilengkapi bakso kepiting dan topping cakue.

Selain itu, ada Bánh Mì, sandwich baguette khas Vietnam dengan pilihan isian Lemongrass Chicken dan Wagyu Beef ala Bò Lá Lốt (wagyu dibungkus daun sirih), serta opsi isian BBQ Pork. Menu penutupnya adalah Cà Phê Trứng Bun, interpretasi kopi telur khas Hanoi dalam bentuk pastri dengan isian kopi dan cocolan roasted coconut crème anglaise.

Silk Bistro juga menghadirkan versi minuman Cà Phê Trứng yang disebut terbuat dari kopi robusta yang kuat dan dilengkapi topping roasted coconut crème anglaise. Budaya kopi di Hanoi sendiri digambarkan sebagai ritual sosial yang lekat dengan keseharian warganya.

Selain penyajian menu khusus, Silk Bistro Pakubuwono dijadwalkan menggelar rangkaian aktivitas akhir pekan sepanjang Juli hingga pertengahan Agustus. Kegiatan tersebut mencakup lokakarya melukis kipas dan melukis di atas kain sutra yang terinspirasi dari tradisi seni Vietnam.