BERITA TERKINI
Shrinkflation pada Makanan, Museum McDonald’s di Malaysia, dan Kisah Jennifer Coppen Merintis Bisnis Dessert

Shrinkflation pada Makanan, Museum McDonald’s di Malaysia, dan Kisah Jennifer Coppen Merintis Bisnis Dessert

Sejumlah topik seputar dunia kuliner menarik perhatian pembaca pada 1 Juni 2026. Mulai dari fenomena penyusutan ukuran makanan sebagai bukti inflasi, museum bertema McDonald’s di Malaysia, hingga kisah emosional Jennifer Coppen di balik bisnis dessert miliknya.

Fenomena inflasi tidak hanya terasa lewat kenaikan harga, tetapi juga melalui perubahan ukuran produk. Praktik ini dikenal sebagai shrinkflation, yakni ketika produsen mengurangi ukuran, berat, atau volume produk tanpa menurunkan harga jual. Dampaknya, konsumen membayar harga yang sama untuk jumlah yang lebih sedikit, dan kerap dibuat terkejut oleh perubahan tersebut.

Dalam berbagai produk makanan kemasan, shrinkflation disebut semakin sering terlihat. Salah satu contoh yang disorot adalah botol jus jeruk yang volumenya berkurang sekitar 170 mililiter dibanding versi sebelumnya. Contoh lain datang dari restoran cepat saji, ketika kemasan kentang goreng dilaporkan mengecil dalam waktu singkat.

Dari Malaysia, kisah berbeda datang dari seorang kolektor bernama Lee Choon Chiek yang membangun museum bertema McDonald’s bersama keluarganya. Ketertarikannya mengoleksi barang-barang terkait McDonald’s bermula sejak remaja, lalu berkembang menjadi hobi serius yang dijalani selama puluhan tahun.

Di dalam museum tersebut, pengunjung dapat menemukan berbagai koleksi, mulai dari mainan Happy Meal langka, seragam karyawan McDonald’s Malaysia tahun 1982, hingga menu dan kemasan makanan lawas yang sudah tidak lagi digunakan.

Sementara itu, perhatian pembaca juga tertuju pada Jennifer Coppen yang dikenal sebagai artis sekaligus selebgram dan memiliki bisnis kuliner bernama Chewy’s Dessert. Di balik popularitas bisnis dessert tersebut, Jennifer mengungkap kisah yang penuh emosi.

Ia menyampaikan bahwa Chewy’s Dessert lahir dari masa-masa paling sulit dalam hidupnya setelah kehilangan sang suami akibat kecelakaan. Di tengah duka, kehadiran putrinya menjadi alasan terbesar baginya untuk bangkit, karena ia menyadari sang anak masih membutuhkan sosok ibu yang kuat.

Jennifer juga menceritakan aktivitas membuat kue menjadi terapi untuk menghadapi kesedihan. Meski masih sering menangis saat memanggang, ia memilih menyalurkan emosinya melalui proses tersebut hingga akhirnya melahirkan Chewy’s Dessert.