Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sektor kuliner masih menghadapi berbagai tantangan untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Fluktuasi omzet serta persaingan menjadi bagian dari dinamika yang kerap dialami para pelaku usaha.
Pemilik Serabi Solo dan Frozen Food Pontianak, Fera Herawati, menyampaikan bahwa usaha yang ia jalankan sejak 2016 mengalami naik turun omzet. Meski demikian, ia tetap mempertahankan usahanya hingga saat ini di tengah tantangan yang dihadapi.
“Sejak 2016 omzet naik turun, tapi tetap saya pertahankan sampai sekarang,” kata Fera Herawati dalam Obrolan UMKM Bicara, Senin, 18 Mei 2026.
Fera menjelaskan, salah satu kendala pada masa awal berjualan adalah nama serabi Solo yang belum familiar di kalangan masyarakat Pontianak. Kondisi itu membuat proses pengenalan produk memerlukan waktu dan upaya yang tidak singkat.
Menurutnya, kegigihan dan konsistensi menjadi faktor penting agar usaha dapat bertahan. Seiring berjalannya waktu, produk yang ia jual mulai dikenal dan memiliki konsumen tetap yang terus mendukung perkembangan usahanya.
“Awalnya nama serabi ini belum familiar di Pontianak, tapi berkat kegigihan akhirnya bisa bertahan dan punya konsumen tetap,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman menghadapi pasang surut bisnis menjadi pembelajaran untuk terus beradaptasi dan berinovasi. Fera berharap produk kuliner lokal semakin dikenal luas dan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku UMKM.

