Saronco Peke dan Kopi Kinca Jadi Andalan Kuliner di UmA iLoPETA Foodcourt Kota Bima

Saronco Peke dan Kopi Kinca Jadi Andalan Kuliner di UmA iLoPETA Foodcourt Kota Bima

Kota Bima menghadirkan beragam pilihan kuliner di UmA iLoPETA Foodcourt, Jalan Gatot Soebroto Santi–Penato. Mulai dari makanan berat, hidangan penutup, hingga minuman, pengunjung dapat menemukan sejumlah menu yang ditawarkan. Di antara yang menarik perhatian adalah Saronco Peke dan Kopi Kinca.

Saronco Peke: Tulang Sapi Berbalut Daging dengan Kuah Rempah

Saronco Peke merupakan hidangan berbahan dasar tulang sapi yang dibalut daging. Menu ini dikenal dengan tekstur daging yang gurih dan empuk. Kuahnya juga disebut memiliki perpaduan rempah-rempah dan buah belimbing yang memberi rasa khas.

Satu porsi Saronco Peke disajikan bersama nasi putih yang dibumbui bawang goreng. Menu ini dinilai cukup mengenyangkan untuk santap malam bersama keluarga maupun kerabat.

Kopi Kinca: Racikan Dingin Tanpa Gula

Setelah menyantap Saronco Peke, pengunjung juga dapat mencoba Kopi Kinca. Minuman ini merupakan racikan yang menggunakan bahan Kopi Arabica Sambori, sari kinca, dan es batu. Kopi disajikan dalam keadaan dingin dan tidak menggunakan gula.

Kopi Kinca merupakan salah satu produk Ottaku Coffe Baba Dae yang tersedia di UmA iLoPETA Foodcourt. Harga per gelasnya disebut Rp 15 ribu.

Bisa Dinikmati di Tempat atau Dipesan Online

Saronco Peke dan Kopi Kinca dapat dinikmati langsung di UmA iLoPETA Foodcourt. Keduanya juga disebut dapat dipesan secara online oleh warga Kota Bima melalui nomor WhatsApp kasir 085338413060.

Harapan Pelaku Usaha: Dorongan Pemanfaatan Kinca

Owner Ottaku Coffe Baba Dae, Raka PSK, mengatakan Kopi Kinca merupakan racikan buatannya yang terinspirasi dari buah yang banyak tumbuh di Bima namun dinilai belum dimanfaatkan dengan baik.

“Kopi Kinca ini hanya ada di Bima,” ujarnya, Jumat malam (16/8).

Ia menambahkan, saat ini kedainya masih menggunakan sari kinca yang dipesan dari luar daerah karena belum ada yang membuat sari kinca di Bima.

“Saat ini memang sulit, karena harus dipesan di luar Bima,” katanya.

Raka berharap Pemerintah Kota Bima memberi perhatian pada UKM kecil dan mendorong pengusaha lokal untuk memberdayakan serta mengemas kekayaan alam setempat, termasuk kinca.

“Harus ada peran dari pemerintah memang,” ungkapnya.