Sarapan kerap disebut sebagai waktu makan paling penting dalam sehari karena menjadi awal pemenuhan energi untuk beraktivitas. Namun, kebiasaan sarapan sehat di Indonesia masih menghadapi tantangan.
Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan sekitar 47,7 persen anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Selain itu, 66,8 persen anak tercatat masih memiliki kualitas gizi sarapan yang rendah.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia, dr Diana F Suganda, menegaskan bahwa sarapan berfungsi sebagai “bahan baku energi pertama” untuk mendukung aktivitas harian. Ia menyarankan sarapan dilakukan 30–60 menit sebelum beraktivitas agar tubuh lebih siap bekerja secara optimal.
Di sisi lain, pola sarapan masyarakat Indonesia di lapangan masih didominasi makanan tinggi karbohidrat. Beberapa di antaranya adalah nasi uduk, lontong sayur, bubur ayam, hingga mi instan.

