BERITA TERKINI
Roti Ubi Keju Mencuri Perhatian, UMKM Ikut Terdorong oleh Tren Kuliner Berbahan Lokal

Roti Ubi Keju Mencuri Perhatian, UMKM Ikut Terdorong oleh Tren Kuliner Berbahan Lokal

Roti ubi keju kian populer di kalangan pecinta kuliner lokal. Perpaduan tekstur ubi yang lembut dengan rasa keju yang gurih menghadirkan cita rasa yang dinilai unik, sekaligus menarik minat konsumen, termasuk anak muda.

Selain menawarkan rasa yang berbeda, bahan baku ubi dinilai mudah ditemukan di Indonesia. Kondisi ini membuat harga bahan relatif stabil dan terjangkau, terutama bagi pelaku usaha kecil yang ingin mengembangkan produk berbasis pangan lokal.

Pengamat tren makanan di Bandung, Dinda Pramesti, menilai kemunculan roti ubi keju sejalan dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap makanan yang lebih alami dan bergizi. “Sekarang masyarakat semakin sadar pentingnya makanan yang lebih alami dan bergizi. Roti Ubi Keju hadir di waktu yang tepat karena memadukan rasa modern dengan bahan tradisional,” ujarnya, Selasa (20/5).

Tren tersebut turut dimanfaatkan sejumlah pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis rumahan. Salah satunya usaha “Dapur Ubi Lestari” di kawasan Cimahi yang mengaku kewalahan memenuhi pesanan setelah produknya viral di media sosial.

Dalam sehari, usaha tersebut disebut mampu menjual lebih dari 500 potong roti ubi keju dengan berbagai varian, mulai dari mozzarella, cheddar, hingga keju pedas. Pemilik usaha menuturkan, produk itu awalnya dibuat untuk konsumsi keluarga sebelum akhirnya dipasarkan secara daring. “Awalnya saya hanya coba-coba untuk keluarga. Ternyata banyak yang suka karena rasanya unik dan tidak terlalu manis. Setelah dipasarkan online, responsnya luar biasa,” katanya.

Seiring meningkatnya permintaan, roti ubi keju tidak hanya hadir sebagai camilan harian, tetapi juga mulai banyak dijual dalam kegiatan komunitas, bazar kuliner, dan festival makanan lokal. Beberapa sekolah bahkan menjadikannya menu alternatif untuk jajanan sehat bagi siswa, yang disebut sebagai langkah positif dalam mendukung diversifikasi pangan nasional.

Perkembangan usaha berbasis pangan lokal ini juga mulai mendapat perhatian dari Dinas Koperasi dan UMKM di sejumlah daerah. Sejumlah program pendampingan seperti pelatihan pengemasan produk, pemasaran digital, hingga sertifikasi halal mulai diberikan agar pelaku usaha dapat memperluas daya saing produk di pasar yang lebih luas.