Roti abon khas Jember kian diminati masyarakat dan dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pilihan oleh-oleh favorit. Perpaduan roti bertekstur lembut dengan isian abon yang gurih dinilai cocok untuk berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Seiring meningkatnya permintaan, usaha kuliner roti abon di Jember turut berkembang. Sejumlah pelaku usaha menghadirkan inovasi rasa, seperti abon sapi, abon ayam, hingga varian pedas dan keju untuk menarik minat konsumen.
Salah satu pelaku usaha roti abon di Jember, Budi Santoso, mengatakan permintaan biasanya meningkat pada akhir pekan dan musim liburan. Ia menyebut banyak pembeli berasal dari luar daerah yang mencari makanan khas Jember untuk dijadikan buah tangan.
“Kalau akhir pekan atau musim liburan, penjualan bisa naik hampir dua kali lipat. Banyak pelanggan dari luar kota sengaja membeli roti abon untuk oleh-oleh,” ujarnya, Selasa (20/5/2026).
Selain cita rasa gurih dan tekstur lembut, roti abon juga dinilai praktis serta dapat disimpan selama beberapa hari. Faktor ini membuatnya dianggap cocok dibawa untuk perjalanan jarak jauh.
Seorang pembeli asal Banyuwangi, Siti Aminah, mengaku menyukai roti abon Jember karena rasanya berbeda dibanding produk sejenis di daerah lain. “Rotinya lembut dan abonnya terasa melimpah. Rasanya gurih, jadi cocok dimakan kapan saja,” katanya.
Pengamat kuliner lokal, Andi Prasetyo, menilai potensi usaha roti abon di Jember masih terbuka lebar apabila inovasi produk terus dilakukan dan kualitas dijaga secara konsisten. “Kuliner lokal seperti roti abon punya peluang berkembang karena masyarakat sekarang menyukai makanan praktis tetapi tetap memiliki cita rasa khas daerah,” jelasnya.
Dengan minat yang terus meningkat, roti abon kini tidak hanya dipandang sebagai camilan, tetapi juga mulai dikenal sebagai salah satu ikon kuliner khas Jember yang dinilai memiliki peluang ekonomi menjanjikan.

