BERITA TERKINI
Riset: Kebersihan hingga WiFi Jadi Fasilitas Penentu Pilihan Konsumen di Tempat Kuliner

Riset: Kebersihan hingga WiFi Jadi Fasilitas Penentu Pilihan Konsumen di Tempat Kuliner

Persaingan bisnis kuliner di Indonesia kian bergeser. Jika sebelumnya rasa makanan dan harga menjadi pertimbangan utama, kini konsumen semakin menilai fasilitas dan kenyamanan tempat sebagai faktor penting sebelum memutuskan datang, betah, atau kembali.

Data Kementerian Perdagangan RI mencatat sektor food & beverage (F&B) mendominasi struktur waralaba domestik sebesar 47,77%. Potensi pasar yang besar ini sekaligus membuat kompetisi semakin ketat, sehingga pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan menu dan harga.

Riset Jakpat bertajuk Consumer Insights: Local Food & Beverage Market yang dirilis GoodStats menunjukkan pengalaman konsumen di dalam gerai (in-store experience) sangat dipengaruhi fasilitas yang tersedia. Dari survei responden di berbagai area perkotaan, riset tersebut merangkum 10 fasilitas yang paling diprioritaskan pengunjung.

Pertama, kebersihan area makan dan toilet. Faktor ini menjadi yang paling dominan. Sebanyak 80% konsumen menempatkan kebersihan sebagai hal paling krusial. Kondisi toilet, meja, hingga peralatan makan yang dinilai kurang bersih dapat memengaruhi penilaian konsumen terhadap higienitas secara keseluruhan.

Kedua, tempat duduk yang nyaman. Sebanyak 68% responden mempertimbangkan aspek kenyamanan furnitur. Kenyamanan dinilai penting karena sebagian konsumen cenderung menghabiskan waktu lebih lama untuk mengobrol setelah makan.

Ketiga, fasilitas pembayaran non-tunai (cashless). Kemudahan transaksi menjadi prioritas bagi 56% konsumen, termasuk opsi seperti QRIS, kartu debit, dan dompet digital.

Keempat, area ramah anak atau ruang bermain. Angkanya juga mencapai 56%. Temuan ini menunjukkan besarnya potensi pasar keluarga, di mana fasilitas untuk anak dapat membantu orang tua makan dengan lebih tenang.

Kelima, koneksi WiFi gratis. Sebanyak 53% responden mencari tempat makan dengan WiFi gratis yang stabil, terutama untuk segmen mahasiswa dan pekerja lepas yang membutuhkan akses internet saat mengerjakan tugas atau bekerja jarak jauh.

Keenam, stopkontak atau area pengisian daya. Separuh responden (50%) membutuhkan akses colokan listrik di dekat meja. Pada segmen pelajar dan mahasiswa, angkanya meningkat menjadi 53%.

Ketujuh, area parkir yang luas dan aman. Fasilitas parkir diprioritaskan 48% konsumen secara umum, dan naik menjadi 50% pada kelompok pekerja. Parkir yang sulit atau dinilai tidak aman dapat memengaruhi keputusan berkunjung.

Kedelapan, pendingin ruangan (AC). Sebanyak 38% konsumen menginginkan kenyamanan suhu udara melalui fasilitas AC, terutama untuk ruang makan indoor di wilayah beriklim tropis.

Kesembilan, area keluarga (family area). Sebanyak 28% responden mencari tempat dengan area berkumpul keluarga, seperti meja besar atau ruang privat, yang kerap dibutuhkan untuk acara tertentu.

Kesepuluh, fasilitas hiburan seperti live music atau TV. Meski berada di urutan terakhir, hiburan tetap menjadi daya tarik tambahan untuk menciptakan suasana yang lebih hidup.

Rangkaian temuan tersebut memperlihatkan bahwa tempat kuliner yang bersih, nyaman, dan ramah keluarga dinilai lebih berpeluang membangun loyalitas pelanggan dalam jangka panjang. Di tengah ketatnya persaingan, fasilitas penunjang menjadi salah satu pembeda utama yang memengaruhi pengalaman konsumen di dalam gerai.