BERITA TERKINI
Rintis Kedai “Ayam-Ayam” di Pati, Maulana Luthfi Karim Bangun Rencana Pendidikan Keluarga

Rintis Kedai “Ayam-Ayam” di Pati, Maulana Luthfi Karim Bangun Rencana Pendidikan Keluarga

PATI — Maulana Luthfi Karim (31), pemuda asal Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, memilih menekuni usaha kuliner skala kecil setelah menyelesaikan kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Alih-alih mencari pekerjaan di kota besar, ia pulang ke kampung halaman dan merintis usaha secara mandiri melalui kedai bernama “Ayam-Ayam”.

Luthfi memulai usahanya tanpa pinjaman besar. Modal awal sebesar Rp10 juta ia kumpulkan dari menyisihkan uang saku selama masa kuliah. Dengan modal tersebut, ia membuka kedai yang menawarkan menu ayam geprek dan ayam krispi dengan harga terjangkau.

Di Kedai Ayam-Ayam, harga paket ayam lengkap dengan nasi dipatok mulai Rp7.000 hingga Rp12.000. Menurut Luthfi, strategi harga yang ramah di kantong menjadi salah satu cara agar produknya bisa diterima masyarakat luas.

Seiring waktu, usahanya menunjukkan perkembangan. Kedai tersebut kini mampu menjual sekitar 50 hingga 100 porsi per hari. Luthfi juga mulai memperluas layanan ke bidang katering untuk memenuhi kebutuhan berbagai acara.

Keuntungan yang diperoleh dari usahanya tidak seluruhnya digunakan untuk kebutuhan harian. Luthfi menyebut sebagian laba diputar kembali sebagai investasi jangka panjang, termasuk untuk mendukung kelanjutan studi akademisnya di UIN Sunan Kudus pada 2025.

Ia menegaskan, keputusan melanjutkan pendidikan bukan untuk mengejar gengsi atau status sosial, melainkan sebagai upaya membangun standar pendidikan bagi anak-cucunya kelak. “Paling tidak, anak saya punya standar pendidikan yang baik. Biar anak bisa mencontoh bapaknya yang terus belajar. Syukur-syukur nanti dia bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi,” ujar Luthfi, yang juga menjabat sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati.

Upaya dan konsistensi Luthfi turut mendapat respons positif dari pelanggan. Zaenal Arifin, salah satu pelanggan, mengaku kerap makan di Kedai Ayam-Ayam karena menilai rasa dan harganya sesuai. “Saya sering sekali makan di sini karena rasanya memang enak, ayamnya renyah, dan sambalnya mantap. Porsinya juga bikin kenyang tapi harganya sangat ramah di kantong. Penjualnya juga ramah,” kata Zaenal.

Kisah Luthfi memperlihatkan bagaimana usaha kecil dapat dijalankan dengan disiplin dan konsistensi. Melalui Kedai Ayam-Ayam, ia tidak hanya mengembangkan sumber penghasilan, tetapi juga menyiapkan rencana jangka panjang bagi keluarganya, terutama dalam hal pendidikan.