BERITA TERKINI
Rancangan Pusat Wisata Kuliner Lokal di Larantuka Usung Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular

Rancangan Pusat Wisata Kuliner Lokal di Larantuka Usung Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular

Perancangan pusat wisata kuliner lokal di Larantuka menempatkan arsitektur sebagai medium transformasi yang menghubungkan potensi ekonomi kreatif dengan nilai-nilai vernakular Lamaholot. Pendekatan ini diarahkan untuk menghadirkan wujud dan fungsi baru yang tetap berangkat dari identitas lokal.

Dalam gagasan tersebut, arsitektur tidak hanya dipahami sebagai bentuk fisik bangunan, tetapi juga sebagai cara merumuskan ruang yang mampu menampung aktivitas ekonomi kreatif sekaligus menjaga keterkaitan dengan tradisi setempat. Nilai vernakular Lamaholot dijadikan landasan dalam membangun karakter rancangan, sehingga unsur lokal dapat hadir dalam konteks kebutuhan masa kini.

Pendekatan arsitektur neo-vernakular menjadi kerangka utama yang digunakan. Melalui pendekatan ini, elemen vernakular dipadukan ke dalam rancangan dengan interpretasi baru, agar pusat wisata kuliner dapat berfungsi sebagai ruang aktivitas yang relevan, tanpa melepaskan akar budaya yang melatarinya.

Secara keseluruhan, perancangan ini menekankan upaya memadukan aspek ekonomi kreatif dan nilai budaya dalam satu kesatuan, dengan arsitektur sebagai penghubung yang membentuk wujud serta fungsi baru bagi pusat wisata kuliner di Larantuka.