BERITA TERKINI
Ramen Eiko di Banyumanik Semarang Usung Nuansa Yatai Jepang lewat Dapur Terbuka

Ramen Eiko di Banyumanik Semarang Usung Nuansa Yatai Jepang lewat Dapur Terbuka

Di kawasan Banyumanik, Kota Semarang, sebuah kedai sederhana di Jalan Bumirejo Raya, Gedawang, menawarkan pengalaman kuliner berbeda melalui sajian ramen dengan nuansa yatai atau street food khas Jepang. Kedai bernama Ramen Eiko ini mengandalkan konsep dapur terbuka yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses memasak.

Aroma kuah ramen dari area open kitchen menyambut pengunjung sejak awal datang. Konsep live cooking menjadi salah satu daya tarik, karena pembuatan ramen dapat disaksikan dari tahap awal hingga hidangan tersaji di meja.

Pemilik Ramen Eiko, Teddy Cahyo Nugroho, mengatakan gagasan menghadirkan konsep yatai berangkat dari keinginannya membuat kuliner Jepang lebih dekat dan bisa dinikmati berbagai kalangan. Ia menilai makanan Jepang kerap ditemui di restoran dengan segmen tertentu, sehingga ia mencoba menghadirkan alternatif yang lebih membumi.

Menurut Teddy, yatai di Jepang identik dengan warung kaki lima yang menjual beragam makanan, seperti ramen, sushi, hingga yakitori. Ia menyebut konsep tersebut memiliki kemiripan dengan angkringan di Indonesia, meski yatai cenderung menawarkan menu yang lebih spesifik.

Melalui pendekatan itu, Ramen Eiko ingin menghadirkan pengalaman makan yang hangat dan interaktif. Pengunjung tidak hanya datang untuk menyantap makanan, tetapi juga merasakan suasana santai ala street food Jepang.

Menu yang disediakan mencakup Shoyu Ramen, Miso Ramen, Tantanmen, hingga Yakisoba. Meski tampil sederhana, Teddy menyebut kualitas rasa tetap menjadi perhatian.

Untuk bahan baku, sekitar 70 persen masih didatangkan dari impor, terutama bumbu dasar seperti shoyu dan pasta ramen. Sementara itu, bahan segar seperti daging dan sayuran menggunakan produk lokal.

Di tengah tren kuliner modern yang serba cepat, Ramen Eiko mencoba menawarkan pengalaman berbeda melalui detail penyajian, interaksi langsung, serta suasana yang dibuat menyerupai jajanan jalanan Jepang. Dari sudut kecil Banyumanik, konsep yatai yang diusungnya menambah warna dalam perkembangan kuliner Jepang di Semarang.