BERITA TERKINI
Rahmita Rizky Fauziah Rintis Asinan Kuah Lemon dari Rumah, Andalkan Rasa Segar dan Buah Premium

Rahmita Rizky Fauziah Rintis Asinan Kuah Lemon dari Rumah, Andalkan Rasa Segar dan Buah Premium

Di tengah ketatnya persaingan usaha kuliner rumahan, Rahmita Rizky Fauziah (Mita), ibu dua anak asal Madiun, merintis usaha asinan kuah lemon yang menawarkan cita rasa segar dan berbeda. Usaha ini mulai dikenal pelanggan meski baru berjalan sekitar dua bulan.

Mita memulai bisnis setelah kembali ke Madiun. Sebelumnya, ia sempat tinggal di Gresik mengikuti suaminya. Setibanya di kampung halaman, ia melihat peluang makanan segar yang digemari berbagai kalangan, lalu memilih mengembangkan produk asinan kuah lemon yang bisa dijalankan dari rumah sambil mengurus anak.

“Awalnya saya ingin punya usaha sendiri yang bisa dijalankan dari rumah sambil tetap mengurus anak. Akhirnya mencoba membuat asinan kuah lemon dengan rasa yang segar dan ternyata respons pembeli cukup bagus,” ujar Mita, Senin (11/5/2026).

Menurut Mita, produk buatannya berbeda dari asinan pada umumnya karena menggunakan buah premium. Perpaduan rasa asam, manis, pedas, serta perasan lemon menjadi ciri khas yang ia pertahankan agar pelanggan kembali membeli.

Dari sisi harga, Mita menjual asinan dalam dua ukuran. Kemasan 500 mililiter dipatok Rp20 ribu, sedangkan kemasan 600 mililiter seharga Rp25 ribu. Selain itu, ia juga menjual sambal rujak dalam botol dengan harga Rp15 ribu.

Meski masih tergolong baru, Mita menyebut tantangan utama datang dari persaingan usaha kuliner yang semakin kompetitif. Banyaknya penjual makanan serupa membuatnya berupaya menjaga kualitas buah, rasa, dan pelayanan.

“Kalau bersaing pasti ada, apalagi sekarang jualan makanan sangat banyak. Jadi saya berusaha menjaga kualitas buah dan rasa supaya pelanggan puas,” katanya.

Dalam keseharian, Mita membagi waktu produksi saat anak-anak berangkat sekolah. Ia juga memanfaatkan waktu luang untuk promosi melalui media sosial, terutama TikTok. Bagi Mita, konsistensi menjadi kunci agar tetap produktif di tengah peran sebagai ibu rumah tangga, ditambah dukungan keluarga yang membantu menjaga semangatnya.

“Capek pasti ada, tapi saya percaya perempuan tetap bisa produktif meski punya anak. Yang penting pintar mengatur waktu dan jangan mudah menyerah,” ungkapnya.

Saat menghadapi kondisi dagangan belum habis terjual, Mita memilih tetap bersyukur dan bersedekah kepada orang sekitar. Ia meyakini sedekah dapat membuka jalan rezeki lainnya.

“Kalau dagangan tidak laku, saya biasanya sedekahkan. Saya percaya rezeki tidak akan tertukar dan sedekah justru membuka jalan rezeki lainnya,” tuturnya.

Dengan semangat dan ketekunan, Mita berharap usaha asinan kuah lemon yang dirintis dari rumah itu terus berkembang dan dapat menjadi inspirasi bagi ibu rumah tangga lain untuk berani memulai usaha.