BERITA TERKINI
Puskesmas Bantul II Beri Penyuluhan Gizi di MAN 2 Bantul, Tekankan Peran Kantin Sehat dalam UKS

Puskesmas Bantul II Beri Penyuluhan Gizi di MAN 2 Bantul, Tekankan Peran Kantin Sehat dalam UKS

MAN 2 Bantul menggelar sosialisasi dan penyuluhan kesehatan serta gizi makanan dengan menghadirkan ahli gizi dari Puskesmas Bantul II pada Rabu, 23 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi di lingkungan pendidikan.

Penyuluhan berlangsung di Aula MAN 2 Bantul mulai pukul 13.00 WIB. Acara yang semula dijadwalkan berakhir pukul 15.00 WIB itu berlangsung hingga pukul 15.15 WIB karena tingginya antusiasme peserta.

Sebanyak 57 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari siswa kader gizi, siswa kader Adiwiyata, pedagang dan pengelola kantin, guru pembina UKS, serta unsur terkait lainnya. Kegiatan dibuka oleh Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati. Dalam sambutannya, ia menekankan peran madrasah dalam membangun budaya hidup sehat. Menurutnya, kesehatan dan gizi merupakan fondasi penting untuk mendukung keberhasilan belajar siswa dan perlu menjadi perhatian bersama, baik siswa, guru, maupun pengelola kantin.

Narasumber dari Puskesmas Bantul II, D. Wahyunarto Tri Nugroho, S.T.P., menyampaikan materi secara komunikatif dan interaktif. Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara kantin sehat dan warung makanan pada umumnya. Menurutnya, kantin sehat merupakan bagian dari UKS dengan tujuan utama menyediakan asupan gizi yang baik dan sehat bagi siswa, sementara aspek keuntungan ditempatkan sebagai prioritas kedua. Berbeda dengan warung makanan yang umumnya berorientasi pada profit, kantin sehat harus mengutamakan kualitas, keamanan, dan nilai gizi makanan yang disajikan.

Materi juga menyoroti pentingnya gizi seimbang dan gaya hidup sehat. Dalam penyampaian narasumber, faktor perilaku disebut memiliki pengaruh terbesar terhadap kesehatan, bahkan lebih dari separuh dibandingkan faktor lainnya. Karena itu, pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehari-hari dinilai menjadi kunci dalam menjaga kesehatan.

Diskusi berlangsung aktif dengan beragam pertanyaan dari peserta, baik guru maupun siswa. Beberapa isu yang ditanyakan antara lain kaitan minum es teh dengan kegemukan, apakah aktivitas harian seperti menyapu halaman dapat menggantikan olahraga, serta jenis olahraga yang sesuai untuk usia menengah.

Peserta juga menanyakan cara memenuhi kebutuhan serat bagi anak yang kurang menyukai buah, pilihan yang lebih baik antara sarapan dan makan siang apabila hanya makan dua kali sehari, serta sumber kalsium yang dinilai paling baik dari makanan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab narasumber secara jelas dan komunikatif, sehingga menambah pemahaman peserta mengenai penerapan pola hidup sehat di lingkungan sekolah.