Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kebiasaan makan sehat anak sejak usia dini. Selain memenuhi kebutuhan gizi, program ini juga dipandang sebagai sarana edukasi pola makan seimbang bagi anak dan keluarga.
Kepala SPPG Kota Malang Kedungkandang Buring 3, Salsa Billa Novitasari, mengatakan MBG dirancang berdasarkan angka kecukupan gizi sesuai usia penerima manfaat. Menurutnya, kebutuhan gizi anak PAUD, siswa sekolah dasar, hingga remaja berbeda dan hal itu sudah diperhitungkan dalam penyusunan menu.
Dalam dialog Malang Menyapa di Pro1 RRI Malang pada Sabtu pagi, Salsa menjelaskan program MBG juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia menilai pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.
Salsa menyebut setiap menu yang dibagikan memuat lima komponen utama, yakni karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah. Menu tersebut disusun untuk membiasakan anak mengenal makanan sehat dengan variasi bahan pangan lokal.
“Program ini bukan hanya memberi makan, tapi juga mengenalkan pola makan sehat dan gizi seimbang kepada anak-anak,” ujarnya pada Sabtu (9/5/2026).
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Kota Malang Kedungkandang Buring 3, Frida Arsana Kerisna Cahyani, menilai kebiasaan anak yang lebih memilih jajanan dibanding makanan utama menjadi tantangan tersendiri. Ia mengingatkan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan penyedap secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.
Frida menjelaskan menu MBG dibuat dengan rasa yang tidak terlalu kuat agar sesuai prinsip gizi seimbang. Ia mengakui sebagian anak sempat menilai makanan terasa hambar karena terbiasa mengonsumsi makanan dengan perasa yang kuat.
Menurut Frida, edukasi kepada orang tua menjadi kunci untuk mendukung keberhasilan program. Anak perlu dibiasakan mengonsumsi makanan sehat secara rutin agar pola makan baik dapat terbentuk hingga dewasa.
Selain berfokus pada kesehatan, program MBG juga disebut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. SPPG melibatkan UMKM, pemasok lokal, serta tenaga kerja dari lingkungan sekitar dalam proses penyediaan makanan bergizi.
Salsa berharap program MBG dapat membantu menurunkan angka stunting dan malnutrisi di Indonesia. Ia juga berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai pelaksanaan program agar tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.

