Malam preliminary show Miss Grand Jawa Timur menampilkan para finalis dalam sesi peragaan gaun malam sekaligus kompetisi penjualan untuk mempromosikan kuliner lokal. Pada kesempatan itu, para peserta tampil percaya diri di atas catwalk dengan busana bertema warna merah.
“Untuk busana hari ini, kami menetapkan tema warna merah,” ujar Jay kepada Harian Disway.
Saat memasuki arena catwalk, para finalis terlihat ekspresif dan tampil dengan penuh keyakinan. Gaun yang dikenakan tampak mewah dan elegan, dipadukan dengan riasan bold yang selaras dengan konsep busana malam.
Kompetisi evening gown diiringi alunan lagu I See Red, yang turut menghidupkan suasana. Satu per satu, finalis berjalan dan berpose di panggung, menonjolkan karakter masing-masing dalam balutan gaun bernuansa merah.
Usai sesi gaun malam, acara berlanjut ke selling competition. Dalam sesi ini, finalis mempresentasikan hasil penjualan mereka saat mempromosikan kuliner lokal, yakni kue lapis khas Surabaya. Salah satu finalis, Lita Nova, menyampaikan capaian penjualannya. “Selamat malam semuanya, saya berhasil menjual 20 pieces,” ujarnya. Peserta lain mencatat penjualan berkisar 15 hingga 35.
Rangkaian babak penyisihan selanjutnya akan dilanjutkan dengan karantina pada 30 April hingga 3 Mei 2026. Karantina dijadwalkan berlangsung di dua lokasi, yakni Pasuruan dan Surabaya.
Miss Grand Jawa Timur 2025, Michelle Gavriele Ferdinandus, turut menyampaikan pesan kepada para finalis agar tetap bersemangat menunjukkan potensi terbaik. Ia juga berharap hubungan antarfinalis tetap terjaga. “Namun, saya berharap tetap timbul rasa kekeluargaan yang baik antar-finalis,” katanya.

