Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Sulawesi Barat merekomendasikan pola makan selama Ramadan yang menitikberatkan pada asupan protein dan serat. Pola ini dinilai membantu menjaga stamina sekaligus mencegah kambuhnya penyakit maag.
Rekomendasi tersebut disampaikan pengurus PPPKMI dalam Dialog Indonesia Sehat RRI Mamuju bertema 38 Tahun PPPKMI: Ayo Makan Sehat, Jalan Sehat dan Pikir Sehat di Bulan Ramadan. Sekretaris PPPKMI Pengda Sulbar, Wawan Iskandar, menekankan bahwa porsi besar sebaiknya diberikan pada lauk berprotein dan sayur berserat, bukan pada nasi.
“Sebenarnya saran untuk pola konsumsi pada saat berpuasa itu yang diperbanyak adalah protein dan seratnya,” ujar Wawan Iskandar dalam dialog tersebut.
Untuk menu sahur, masyarakat dianjurkan mengatur piring dengan komposisi sepertiga karbohidrat, sepertiga sayur, serta sepertiga lauk dan buah. Khusus bagi penderita maag, PPPKMI mengingatkan agar menghindari santan kental dan makanan yang sangat pedas. Selain itu, mereka diminta makan secara perlahan dan tidak terlalu dekat dengan waktu imsak.
“Jadi bukan nasinya atau karbonya yang diperbanyak, tapi protein dan serat itu yang diperbanyak,” jelas Wawan.
Sementara saat berbuka puasa, PPPKMI menyarankan takjil ringan seperti kurma, buah, dan air putih sebelum makan besar. Langkah ini ditujukan agar lambung tidak “kaget” setelah seharian kosong.
Menurut PPPKMI, kurma dinilai ideal karena dicerna lebih lambat, membantu menstabilkan gula darah, dan lebih aman bagi penderita maag.
Warga juga diimbau membatasi konsumsi gorengan serta minuman manis secara berlebihan karena dapat memicu lonjakan gula darah dan gangguan pencernaan. PPPKMI menegaskan Ramadan semestinya menjadi momentum memperbaiki pola makan, bukan ajang “balas dendam” setelah menahan lapar seharian.

