BERITA TERKINI
Popularitas Dimsum Buka Peluang UMKM Kuliner di Samarinda

Popularitas Dimsum Buka Peluang UMKM Kuliner di Samarinda

Dimsum kian dikenal sebagai salah satu makanan populer di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Hidangan tradisional asal Tiongkok, khususnya wilayah Kanton, ini umumnya disajikan sebagai kudapan kecil pendamping minum teh atau yam cha. Secara harfiah, dimsum berarti “menyentuh hati”, menggambarkan pengalaman kuliner yang hangat dan sederhana.

Tren tersebut turut membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner. Di Samarinda, salah satu usaha dimsum dirintis pasangan suami istri, Akmal Fauzan Setyawan dan istrinya, yang mulai membangun usaha pada 2024 dengan sumber daya terbatas dan dikelola hanya oleh mereka berdua.

Meski dijalankan dengan tim kecil, keduanya mengandalkan pendekatan berbasis keahlian. Akmal dan istrinya memiliki latar belakang pendidikan Teknologi Pertanian yang kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan produk dimsum dengan resep mandiri. Dalam dialog bertema pemberdayaan UMKM lokal, Akmal menyebut latar belakang tersebut membantu mereka menjaga kualitas sekaligus melakukan inovasi. “Saya dan istri memiliki background yang sama, yaitu dari jurusan Teknologi Pertanian, jadi kami mencoba untuk membuat dimsum versi kita,” ujarnya, dikutip Kamis (9/4/2026).

Dari sisi produk, usaha ini mengembangkan sejumlah varian yang disesuaikan dengan selera pasar, di antaranya dimsum goreng keju, dimsum mentai, dan gyoza. Variasi menu menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya tarik serta mempertahankan pelanggan.

Identitas usaha juga diperkuat melalui konsep produksi rumahan atau handmade. Produk dibuat dengan racikan sendiri, yang menjadi pembeda di tengah persaingan pasar kuliner. Selain menyediakan makanan siap santap, mereka juga menawarkan produk beku (frozen food) sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan konsumen yang menginginkan kepraktisan.

Kisah ini menunjukkan bagaimana UMKM kuliner dapat memanfaatkan tren, mengandalkan keahlian, dan berinovasi dalam produk untuk bertahan serta berkembang. Dengan pengelolaan yang konsisten dan strategi yang tepat, usaha kecil seperti ini dinilai memiliki potensi berkontribusi bagi perekonomian lokal.