Kawasan Danau Toba tak hanya mengandalkan panorama alam, tetapi juga mulai memperkuat daya tarik wisata melalui inovasi kuliner berbasis bahan lokal. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pembuatan bolu pisang bagi pengunjung hotel di Nagori Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun.
Pelatihan ini diselenggarakan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan sebagai langkah strategis untuk mendukung ekosistem pariwisata di Danau Toba yang masuk dalam Destinasi Super Prioritas Nasional. Selama ini, pisang unggulan Simalungun kerap dijual dalam bentuk buah segar dengan nilai ekonomi yang dinilai masih rendah.
Melalui pelatihan tersebut, pisang lokal diolah menjadi produk patiseri bernilai jual lebih tinggi. Kegiatan dipimpin Bobby Rahman, SE., MM, bersama tim ahli Zulkhaidir Pohan dan Handoko, dengan pendekatan praktik langsung atau hands-on training.
Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga mempraktikkan teknik pengolahan higienis hingga pengemasan yang menarik sesuai standar industri perhotelan. “Kami ingin menjembatani kesenjangan antara hasil bumi lokal dengan kebutuhan industri hotel modern. Bolu pisang ini bukan sekadar kue, tapi representasi kearifan lokal yang memenuhi selera wisatawan mancanegara,” ujar Bobby Rahman, Rabu (29/4/2026).
Pihak manajemen hotel menyambut baik inisiatif tersebut. Menurut mereka, kehadiran kudapan autentik seperti bolu pisang premium dapat memperkuat identitas hotel sekaligus memberikan pengalaman kuliner yang lebih berkesan bagi tamu.
Program ini didanai melalui DIPA Poltekpar Medan Tahun Anggaran 2026. Sejumlah keluaran yang dihasilkan antara lain modul mandiri berisi panduan pembuatan bolu pisang, sertifikat kompetensi bagi peserta, serta dorongan munculnya peluang UMKM sebagai unit usaha oleh-oleh khas bagi wisatawan.
Tim PKM Poltekpar Medan juga merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Simalungun menjadikan pelatihan kuliner berbasis bahan lokal sebagai agenda rutin. Kolaborasi antara akademisi, industri hotel, dan petani lokal diharapkan dapat menjadi model pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Danau Toba.

