BERITA TERKINI
Poltekkes Kemenkes Maluku Latih Kader Kesehatan Negeri Ay Deteksi Dini Hipertensi dan Manajemen Gizi

Poltekkes Kemenkes Maluku Latih Kader Kesehatan Negeri Ay Deteksi Dini Hipertensi dan Manajemen Gizi

Upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan terus dilakukan. Puluhan kader kesehatan di Negeri Ay, Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, mendapat pelatihan deteksi dini hipertensi, gizi seimbang, hingga manajemen stres.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Maluku itu berlangsung pada 24–25 April 2026. Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas kader kesehatan di daerah terpencil agar mampu menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Sebanyak 10 ibu kader kesehatan mengikuti pelatihan yang dibuka Sekretaris Negeri Ay, Bahar Harun. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran kader dalam membantu masyarakat memahami pola hidup sehat sekaligus mendeteksi penyakit sejak dini. “Peran kader kesehatan sangat penting karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Tim pengabdian Poltekkes Kemenkes Maluku dipimpin Abdul Rivai S. Dunggio, A.Kp., M.Kes dari Program Studi Keperawatan Ambon. Ia didampingi Andrias Horhoruw, S.Kep., Ns., M.Kes dari Program Studi Keperawatan Ambon serta Inamah, S.KM., M.PH dari Program Studi Gizi.

Materi yang diberikan mencakup hipertensi, penyebab dan penanganannya, pola gizi seimbang, serta cara mengelola stres yang disebut sebagai salah satu pemicu gangguan kesehatan masyarakat. Selain penyampaian teori, peserta juga dilatih melakukan pengukuran tekanan darah secara mandiri.

Pada tahap awal praktik, sebagian peserta masih mengalami kesulitan menggunakan alat ukur tekanan darah dengan benar. Namun, setelah mendapat pendampingan intensif dari tim pengabdi, seluruh peserta dinyatakan mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah secara tepat dan mandiri.

Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Jika sebelumnya sebagian kader baru memahami dasar-dasar kesehatan, setelah pelatihan kemampuan mereka meningkat hingga kategori sangat baik.

Dunggio berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan langsung di masyarakat, terutama untuk mendeteksi kasus hipertensi lebih awal sebelum berkembang menjadi penyakit serius. “Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa penguatan layanan kesehatan tidak hanya dilakukan di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah kepulauan terluar di Maluku,” ujarnya.

Ia juga berharap sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat semakin kuat untuk mendorong warga Negeri Ay lebih sehat, mandiri, dan sadar pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.