Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara membongkar kasus penyelundupan bahan baku narkotika jenis etomidate yang diduga berasal dari China dan masuk ke Indonesia melalui jasa pengiriman ekspedisi.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ari Galang Saputro mengatakan, bahan baku tersebut disamarkan menggunakan kemasan bumbu dapur seperti Turmeric Powder (kunyit bubuk) dan Dhania Powder agar lolos dari pengawasan.
“Dia pakai jasa ekspedisi, narkotika dibungkus menggunakan plastik dikamulase seperti bumbu dapur,” kata Ari Galang, Kamis, 14 Mei 2026.
Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk indikasi oknum yang terlibat dalam jalur penyelundupan. Menurut Ari Galang, penyidik saat ini memburu dua orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO), masing-masing berinisial AF dan WN, yang diduga berperan sebagai pemasok kiriman bahan baku utama dari China ke Indonesia.
Dalam perkara ini, polisi menahan seorang tersangka berinisial CH (51). Ari Galang menyebut CH berperan sebagai peracik dan pembuat etomidate yang diproduksi di kamar apartemennya. “Tersangka CH langsung produksi memasak narkoba. Dia sudah 3 bulan berjalan produksinya. Omsetnya lebih dari 2 miliar,” ujarnya.
CH diketahui sebelumnya bekerja sebagai sales di salah satu perusahaan di Jakarta sebelum diduga terlibat dalam aktivitas produksi etomidate skala rumahan.
Sebelumnya, polisi juga menyampaikan keterangan terkait tersangka berinisial HC (51) yang disebut sebagai warga negara China dan pemilik home industri vape etomidate. Berdasarkan pengakuan tersangka, bahan baku etomidate dipesan dari luar negeri dan diduga diselundupkan melalui jalur udara. Polisi menyatakan masih mendalami bagaimana barang tersebut dapat masuk ke Indonesia.
Dari penggeledahan di apartemen, polisi menyita 321 cartridge vape yang mengandung etomidate dari berbagai merek yang diduga siap edar serta 5 gram sabu. Selain itu, turut diamankan cairan etomidate dalam botol, alat produksi sederhana, dan bahan campuran perasa yang diduga digunakan dalam proses peracikan.
Polisi menduga apartemen tersebut digunakan sebagai lokasi produksi cartridge vape yang mengandung etomidate. Meski bahan baku disebut berasal dari China, penyidik masih menelusuri mekanisme masuknya bahan tersebut hingga lolos ke Indonesia.

