Penerapan pola asuh yang tepat di meja makan dinilai menjadi fondasi penting agar anak tumbuh sehat sekaligus memahami gizi seimbang dengan baik. Hal ini disampaikan ahli gizi Lucy Widasari yang menekankan bahwa pola pengasuhan memegang peran utama dalam menanamkan nilai-nilai gizi seimbang pada anak.
Menurut Lucy, pola makan anak tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan dan pendekatan yang diterapkan keluarga. Ia menyebut pola makan anak pada dasarnya merupakan cerminan dari pola asuh gizi di rumah.
Lucy juga menegaskan bahwa kegiatan makan bukan sekadar memasukkan nutrisi ke dalam tubuh. Makan, kata dia, merupakan bentuk interaksi antara orang tua dan anak, sehingga suasana serta cara pendampingan menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan makan yang baik.
Dalam hal ini, orang tua—khususnya ibu atau pengasuh—memiliki peran vital untuk menciptakan lingkungan makan yang responsif. Salah satu langkah yang disarankan adalah menghindari penggunaan gawai atau menyalakan televisi saat makan agar anak dapat fokus menikmati makanan.
Lucy menilai suasana makan sebaiknya berlangsung positif tanpa tekanan. Ia menyebut hal tersebut dapat dicapai melalui pembagian peran yang seimbang dalam proses makan di keluarga.

