PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan Kampoeng Kuliner Ramadan Season 2 di kawasan Teras Udayana, Kota Mataram. Dukungan kelistrikan tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran salah satu lokasi favorit warga berburu takjil dan berbuka puasa bersama sepanjang Ramadan.
Kegiatan yang digagas Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pariwisata itu kembali digelar dengan melibatkan lebih dari 40 tenant kuliner lokal. Beragam sajian khas Ramadan menjadi daya tarik yang membuat kawasan Teras Udayana ramai dikunjungi masyarakat menjelang waktu berbuka.
Untuk menunjang operasional acara, PLN menyediakan layanan listrik multiguna dengan daya 41,5 kVA. Pasokan ini digunakan untuk penerangan area, kebutuhan listrik tenant, serta fasilitas pendukung lainnya.
Manager PLN UP3 Mataram, Hengky Purbo Lesmono, menyampaikan komitmen PLN menjaga pasokan listrik tetap andal agar aktivitas masyarakat berjalan lancar, termasuk kegiatan ekonomi dan pariwisata selama Ramadan. Ia menyebut dukungan kelistrikan tersebut merupakan bagian dari upaya PLN mendukung kegiatan ekonomi lokal dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan PLN terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang berdampak positif bagi perekonomian daerah.
Dalam kegiatan di Teras Udayana, kebutuhan listrik menggunakan layanan Penerangan Sementara, yakni layanan untuk kebutuhan nonpermanen seperti pameran dan kegiatan masyarakat. Layanan ini dapat diajukan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kantor layanan PLN terdekat.
Selain di Mataram, PLN UIW NTB juga memastikan pasokan listrik tetap aman selama rangkaian kegiatan Lentera Ramadan dalam kunjungan kerja Gubernur NTB di wilayah Bima dan Dompu pada 2–3 Maret 2026. Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima, PLN menyiapkan pengamanan kelistrikan di sejumlah lokasi agar agenda sosial, pelayanan publik, dan ibadah dapat berlangsung tanpa kendala listrik.
Sejumlah titik yang menjadi fokus pengamanan antara lain Pendopo Bupati Dompu, Masjid Agung Dompu, Puskesmas Bolo, Desa Berdaya Mbawa, Masjid Al Huda Rada, Desa Ngembe yang terdampak banjir, SLB Baiturahman Sondosia, Masjid Al Hidayah Samili, Koperasi Merah Putih Samili, Masjid Al Hidayah Talabiu, hingga Masjid Raya Bima.
Tim gabungan dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) Dompu, Woha, dan Bima Kota disiagakan untuk melakukan inspeksi jaringan, pengecekan instalasi listrik di lokasi kegiatan, serta pengukuran beban listrik di setiap titik. PLN juga menyiapkan UPS mobile berkapasitas 100 kVA di Masjid Raya Bima serta genset mobile 7.700 VA di beberapa titik strategis, dengan personel teknis siaga 24 jam untuk memastikan respons cepat bila terjadi gangguan.
Sri Heny menegaskan PLN berkomitmen menghadirkan listrik yang andal guna mendukung agenda pemerintah maupun kegiatan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

