SAMPIT – Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya untuk mengangkat kuliner tradisional daerah agar tetap lestari dan mampu bersaing melalui Lomba Masakan Khas Daerah Panginan Sukup Simpan. Kegiatan ini digelar dalam rangka Festival Budaya Habaring Hurung Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2026.
Lomba dilaksanakan di Citimall Sampit, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis, 12 Februari 2026. Ketua Tim Penggerak PKK Kotim, Khairiah Halikinnor, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Surat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur Nomor 400.6.1/050/Disbudpar.2/2026 tanggal 14 Januari 2026 tentang pelaksanaan Lomba Panginan Sukup Simpan, serta Surat Keputusan Ketua Tim Penggerak PKK Nomor 01/KED/PKKKOTIM/I/2026 tanggal 22 Januari 2026 tentang pembentukan panitia pelaksana.
Khairiah menjelaskan, lomba ini bertujuan menggali potensi dan kreativitas peserta sekaligus memasyarakatkan serta mempromosikan masakan dan kudapan tradisional khas Kalimantan Tengah, khususnya Kotim. Ia berharap sajian tersebut dapat menjadi masakan unggulan dengan cita rasa tinggi, serta memiliki penyajian dan kemasan yang lebih modern mengikuti perkembangan pasar nasional dan internasional.
Peserta lomba berasal dari Tim Penggerak PKK kecamatan, dengan jumlah 15 kecamatan dari total 17 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dua kecamatan yang tidak mengikuti lomba tahun ini adalah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Telaga Antang.
Menurut Khairiah, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tidak diikutsertakan karena pada 2025 menjadi juara I tingkat provinsi mewakili Kabupaten Kotawaringin Timur, sehingga sesuai ketentuan tidak diperkenankan mengikuti lomba pada tahun berikutnya.
Pelaksanaan lomba dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Para peserta menampilkan beragam kreasi Panginan Sukup Simpan yang diolah dari bahan pangan lokal. Penilaian menitikberatkan pada cita rasa, kebersihan, kreativitas penyajian, serta kemasan yang menarik, tanpa menghilangkan nilai tradisi dan filosofi kuliner khas Dayak.
Dari sisi pendanaan, Khairiah menyebut biaya penyelenggaraan bersumber dari dana PKK yang berada pada DPA Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kotawaringin Timur serta DPA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun Anggaran 2026.
Di akhir laporannya, Khairiah menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pihak terkait yang mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia berharap lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga langkah nyata memperkuat peran PKK dalam pelestarian budaya, penguatan ketahanan pangan keluarga, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis kuliner lokal di Kabupaten Kotim.

