BERITA TERKINI
Pj Bupati Buton Luncurkan Pasarwajo Street Food, Sipangan Pintar, dan SiPuspa

Pj Bupati Buton Luncurkan Pasarwajo Street Food, Sipangan Pintar, dan SiPuspa

Pj Bupati Buton Basiran meluncurkan program Pasarwajo Street Food, Sipangan Pintar (Sistem Pengelolaan Informasi dan Data Harga Pangan), serta SiPuspa (Sistem Informasi Pelaporan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak). Peluncuran dipusatkan di halaman Kantor Lurah Pasarwajo, Kamis pagi (20/7/2023).

Ketiga program tersebut merupakan Proyek Perubahan dari peserta Diklatpim II LAN tahun 2023. Program itu digagas oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Buton Nurul Kudus Tako, Kepala Dinas Ketahanan Pangan La Lodi, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Ilham Nabo Nibu.

Basiran menyampaikan apresiasi atas proyek perubahan yang dinilainya bermanfaat untuk mendukung layanan kepada masyarakat. Ia juga berharap program yang diluncurkan dapat berjalan berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan Pasarwajo Street Food diyakini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membantu menata kawasan agar lebih tertib dan nyaman. Ia menambahkan, untuk menarik minat wisatawan, penataan kawasan Pantai Pasarwajo direncanakan dilengkapi pemasangan lampu guna memperindah area tersebut. Kawasan itu diharapkan menjadi tempat favorit dan berdampak pada peningkatan UMKM.

Untuk Sipangan Pintar, Basiran menyebut sistem pengelolaan informasi dan data harga pangan dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah situasi inflasi daerah. Ia menekankan pentingnya data yang mutakhir dan valid agar memudahkan pengambilan kebijakan.

“Saya harapkan sistem seperti ini harus up-to-date sehingga data-data yang dibutuhkan valid. Kalau ada data pangan yang akurat, tidak susah kita ambil kebijakannya seperti apa yang tepat. Data ini penting, jadi aplikasi si Pintar ini tolong dimaksimalkan fungsinya,” ujar Basiran.

Sementara itu, terkait SiPuspa, Basiran menilai kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tindak kriminal yang sulit terdeteksi karena korban kerap malu dan takut melapor. Ia mengatakan, melalui aplikasi tersebut, pelaporan dapat dilakukan lewat gawai sehingga masyarakat tidak perlu ragu.

“Kenapa sampai masih banyak anak dan perempuan kena kekerasan, yah karena mereka pihak yang lemah. Mereka ini harus dilindungi, diberi kemudahan untuk mendapat hak-hak perlindungan sebagai warga negara. Nah si Puspa ini bagus, bisa melapor lewat HP saja,” katanya.

Di akhir kegiatan, Basiran berpesan agar koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan tetap terjaga, termasuk pelibatan peran masyarakat, sehingga inovasi yang diluncurkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan layanan publik.