Archipelago International meluncurkan program kuliner nasional bertajuk “60 Seconds to Seoul”, sebuah konsep street food Korea yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia. Program ini digelar serentak di seluruh Indonesia dan dirancang berlangsung selama enam bulan.
Dalam program tersebut, Archipelago menghadirkan sejumlah menu khas Korea, mulai dari tteokbokki, Korean fried chicken, chicken burger dengan saus gochujang mayo, kimchi fried rice, hingga Korean-style tacos. Seluruh menu dikembangkan dengan pendekatan modern dan praktis, dengan penyesuaian rasa agar tetap ramah di lidah konsumen Indonesia.
“60 Seconds to Seoul” tidak hanya tersedia di restoran hotel, tetapi juga dapat diakses melalui room service, take away, serta layanan pesan antar GrabFood dan GoFood. Skema ini ditujukan untuk memudahkan tamu hotel maupun masyarakat umum menikmati menu yang ditawarkan.
Peluncuran program dilakukan secara nasional sejak 5 Januari. Archipelago menerapkan konsep visual, materi promosi, dan desain komunikasi yang seragam di seluruh properti sebagai strategi membangun kesadaran merek dan memperkuat posisi program di benak konsumen.
“Program ini dirancang sebagai kampanye berkelanjutan selama enam bulan. Setelah itu, Archipelago akan melanjutkan dengan program berikutnya bertajuk Global Flavor Series yang mengangkat cita rasa dari berbagai negara,” ujar Sari Kusumaningrum, Senior Director of Corporate Communications and PR Archipelago.
Selain makanan, program ini juga menghadirkan minuman yang terinspirasi dari budaya Korea, termasuk yang identik dengan proses fermentasi. Sejumlah minuman menggunakan bahan seperti yuzu, barley, dan plum yang difermentasi selama 24–36 jam untuk menghasilkan rasa yang segar dan seimbang.
Untuk penutup, tersedia pilihan dessert ringan seperti Jeju Mokapaw dan Baesuk. Baesuk disebut sebagai dessert berbahan herbal yang dikenal memiliki manfaat kesehatan.
Archipelago menyatakan seluruh menu dikembangkan melalui proses riset dan pengembangan selama lebih dari tiga bulan. Proses tersebut mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, konsistensi rasa, hingga harga jual agar tetap terjangkau di berbagai daerah.
Dalam penerapannya, setiap hotel menggunakan resep baku yang sama, dilengkapi video tutorial, pelatihan daring, serta panduan operasional terstandar. Sistem ini ditujukan untuk menjaga konsistensi rasa dan kualitas di seluruh jaringan, dari Sabang hingga Merauke.
Menu “60 Seconds to Seoul” ditawarkan dengan harga menengah ke bawah dan disesuaikan dengan kondisi pasar di masing-masing daerah. Melalui program ini, ASTON Serang dan Archipelago menyampaikan harapan untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang relevan dengan tren Korean Wave, sekaligus tetap dekat dengan selera masyarakat Indonesia.
Dalam paparan corporate F&B Archipelago International di hadapan insan pers, hadir antara lain Corporate Food & Beverages Manager of Archipelago Denny Wasana, Chef Aston Serang Iwan Irawan, Corporate Pastry Chef Archipelago International Chef Risman Sukmawan, serta Sari Kusumaningrum.

