BERITA TERKINI
Pipit dari Sepaso Juara Lomba Kuliner Festival Sekerat Nusantara V lewat Olahan Hasil Laut

Pipit dari Sepaso Juara Lomba Kuliner Festival Sekerat Nusantara V lewat Olahan Hasil Laut

BENGALON – Kreasi olahan hasil laut dari Pipit (34), pelaku usaha kuliner asal Desa Sepaso, Bengalon, mencuri perhatian dewan juri dalam Festival Sekerat Nusantara V. Di tengah ramainya arena lomba yang dipadati ribuan pengunjung, Pipit menghadirkan paduan rasa yang tak lazim: ikan kakap kukus (steam) dipasangkan dengan kudapan manis tradisional, Nona Manis.

Pipit menjelaskan, keikutsertaannya dalam lomba menjadi ruang untuk mengeksplorasi potensi laut di Bengalon. Menurutnya, ikan bukan sekadar bahan pangan, tetapi juga identitas yang perlu terus dikembangkan melalui kreativitas pengolahan.

“Lomba ini adalah ruang bagi kami untuk membedah potensi laut kita sendiri. Selama ini kita mungkin hanya mengonsumsi ikan dengan cara yang monoton. Saya ingin membuktikan bahwa hasil laut Bengalon punya kelas saat disandingkan dengan kreativitas,” ujar Pipit saat ditemui, Senin (13/7/2026).

Dalam penilaian, Pipit menyajikan menu “Tahu Tuna”, yakni tahu berisi daging ikan tuna segar dan aneka sayuran. Hidangan tersebut menjadi salah satu yang memikat juri melalui perpaduan tekstur lembut tahu dan rasa gurih tuna yang disebut berasal dari perairan sekitar Bengalon.

Kejutan berlanjut pada hidangan utama dan penutup. Pipit menghadirkan Nasi Bekepor, hidangan khas Kalimantan Timur, yang dipadukan dengan Ikan Kakap Betuup. Ia kemudian menutup sesi penilaian dengan eksperimen memadukan Nona Manis dan kakap kukus, menghasilkan harmoni rasa manis dan gurih yang tidak terduga.

Keberanian bereksperimen tersebut mengantarkan Pipit meraih Juara I Lomba Kuliner Festival Sekerat Nusantara V.

Sehari-hari, Pipit mengelola usaha kuliner daring bernama Bengalon Foodies. Melalui usahanya itu, ia menawarkan beragam menu, mulai dari nasi tempong ayam bakar, mi, hingga es teler.

Pipit menilai, bertahan di bisnis kuliner membutuhkan inovasi berkelanjutan. Ia juga menyebut festival sebagai ruang bertemu dan saling menyemangati antarpelaku UMKM agar kuliner berbasis lokal dapat berkembang menjadi daya tarik wisata.

Keberhasilan Pipit dinilai bukan sekadar soal piala. Kisahnya menggambarkan bagaimana pelaku UMKM di Kutai Timur dapat memanfaatkan kekayaan alam lokal untuk menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus memperkenalkan potensi daerah melalui cita rasa.