Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko bersiap menyambut jutaan suporter dari berbagai negara. Sorotan tidak hanya tertuju pada pertandingan di stadion, tetapi juga pada pengalaman di luar lapangan—terutama kekayaan kuliner lokal yang sudah lama dikenal luas.
Di tiga kota tuan rumah, suasana sepak bola disebut berjalan beriringan dengan tradisi makan yang kuat. Dari street food di Mexico City, sajian pedas berkuah di Guadalajara, hingga budaya panggangan di Monterrey, berikut sejumlah hidangan yang kerap disebut sebagai rute kuliner wajib bagi pengunjung.
Mexico City (Estadio Azteca): Simfoni street food
Di ibu kota, suasana selepas pertandingan kerap berlanjut ke gerobak makanan pinggir jalan. Salah satu yang paling dikenal adalah tacos al pastor: daging babi yang dimarinasi dengan rempah dan nanas, dipotong dari panggangan vertikal lalu disajikan di atas tortilla jagung.
Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan tamales, adonan jagung kukus dengan beragam isian yang dibungkus daun pisang, serta elote atau jagung bakar manis dengan lapisan krim dan keju, yang sering dijajakan di sekitar gerbang Estadio Azteca.
Guadalajara (Estadio Akron): Pedas dan berkuah
Guadalajara dikenal dengan cita rasa yang berani serta teknik memasak tradisional yang kaya kaldu. Hidangan yang menonjol adalah tortas ahogadas, sandwich “tenggelam” berisi daging babi goreng (carnitas) yang disiram saus tomat pedas hingga basah.
Menu lain yang kerap disebut adalah birria, sup daging kambing atau sapi kaya rempah. Hidangan ini juga sering disajikan sebagai taco, dengan kuah consomé di sampingnya untuk dicelupkan. Di kalangan warga lokal, birria disebut menjadi pilihan “penawar” setelah merayakan kemenangan tim.
Monterrey (Estadio Monterrey): Surga para karnivora
Di wilayah utara Meksiko, budaya grilling atau panggangan menjadi bagian penting keseharian. Monterrey dikenal dengan aroma asap daging yang kerap memenuhi udara, seiring tradisi memasak di atas bara.
Hidangan yang paling identik adalah cabrito, anak kambing yang dipanggang perlahan hingga dagingnya lembut dan juicy. Ada pula machaca con huevo, daging sapi kering yang disuwir lalu dimasak bersama telur, biasanya disantap dengan tortilla gandum (flour tortilla) yang menjadi ciri khas kawasan utara.
Dengan ragam kuliner tersebut, Meksiko menyiapkan pengalaman Piala Dunia yang tidak hanya berhenti pada skor di papan pertandingan, tetapi juga pada perayaan rasa yang berpeluang membekas bagi para tamu mancanegara.

