BERITA TERKINI
Petirtaan Ngawonggo di Tajinan Malang, Warisan Budaya yang Menawarkan Wisata Sejarah dan Wedang Rempah

Petirtaan Ngawonggo di Tajinan Malang, Warisan Budaya yang Menawarkan Wisata Sejarah dan Wedang Rempah

Di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, terdapat Situs Petirtaan Ngawonggo yang menyimpan jejak sejarah sekaligus menawarkan pengalaman wisata bernuansa tradisi lokal. Situs ini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya pada September 2021 dan kini dikenal sebagai destinasi wisata sejarah yang memadukan suasana spiritual dengan sajian kuliner.

Salah satu keunikan Petirtaan Ngawonggo adalah struktur kolam purba yang terpahat langsung pada dinding tebing, ciri yang disebut jarang ditemukan pada peninggalan purbakala lain di Jawa. Nama “petirtaan” sendiri berakar dari bahasa Jawa Kuno, tirta, yang berarti air.

Menurut Yasin, pengelola Wisata Tomboan Ngawonggo, pada masa kejayaan kerajaan Hindu-Buddha sekitar abad ke-10 hingga ke-13 Masehi, petirtaan ini bukan sekadar tempat pemandian. “Fungsi utamanya adalah sebagai tempat suci untuk ritual pembersihan diri, upacara keagamaan, serta pemujaan leluhur atau dewa-dewi,” ujarnya saat ditemui pada Minggu (25/1).

Kompleks Petirtaan Ngawonggo terdiri dari tiga kolam utama yang berjajar dari timur ke barat. Area ini dihiasi relief dekoratif dan fragmen arca yang meski telah terkikis dimakan usia, masih menunjukkan nilai artistik masa lampau.

Air di petirtaan ini disebut telah dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan harian sejak 1970. Sementara itu, upaya pelestarian secara formal mulai diintensifkan sejak 2017, dengan tujuan menjaga keutuhan struktur tebing serta nilai spiritual yang melekat pada situs tersebut.

Selain menelusuri jejak sejarah, pengunjung juga dapat menikmati Wedang Tomboan Abang, minuman rempah yang diracik dari kayu secang, jahe, serai, hingga kapulaga. Racikan ini dimasak di atas tungku kayu tradisional dan disajikan sebagai minuman penghangat di tengah suasana pedesaan yang sejuk.