Industri keripik buah di Indonesia menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Produk olahan dari buah-buahan lokal kian diminati masyarakat sebagai pilihan camilan yang praktis, sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang lebih sehat disebut menjadi salah satu pendorong utama naiknya permintaan keripik buah. Beragam jenis buah seperti apel, nangka, salak, pisang, nanas, mangga, hingga buah naga kini diolah menjadi keripik.
Pengolahan juga disebut memanfaatkan teknologi modern yang dinilai mampu mempertahankan rasa dan kandungan gizi lebih baik dibandingkan metode konvensional. Sejumlah pelaku usaha di sentra produksi mengaku permintaan pasar terus meningkat, terutama dari konsumen muda yang mencari camilan praktis namun tetap memiliki nilai nutrisi.
Selain pasar domestik, keripik buah lokal juga mulai menembus pasar ekspor ke beberapa negara di Asia dan Timur Tengah. Kondisi ini ikut memperluas potensi usaha produk olahan buah di dalam negeri.
Salah satu pengusaha keripik buah di Jawa Barat, Rina Kusumawati, menilai inovasi menjadi kunci untuk menjaga daya saing. Ia menyebut keripik buah yang dulu lebih dikenal sebagai oleh-oleh khas daerah tertentu kini memiliki pasar yang lebih luas seiring meningkatnya keterbukaan masyarakat terhadap produk makanan sehat.
“Dulu keripik buah hanya dikenal sebagai oleh-oleh khas daerah tertentu. Sekarang pasar semakin luas karena masyarakat lebih terbuka terhadap produk makanan sehat. Kami terus berinovasi dengan menghadirkan varian rasa baru dan kemasan yang lebih menarik,” ujarnya.

