Seorang penjual es krim lansia dari Ahmedabad, India, menjadi perbincangan di media sosial setelah usaha rumahan yang dijalankannya selama puluhan tahun mendadak menarik perhatian publik. Di tengah tren kuliner modern, cara produksi yang tetap tradisional justru membuat es krim buatannya diminati lintas generasi.
Perempuan berusia 80 tahun itu bernama Niranjana Desai, yang akrab disapa Niruben. Ia diketahui mengelola bisnis es krim rumahan sejak 1986, bermula dari dapur kecil di rumahnya. Pada awalnya, Niruben hanya membuat es krim untuk keluarga, tetangga, serta tamu yang berkunjung. Namun, karena rasanya disukai banyak orang, ia terdorong untuk menjadikannya sebagai usaha.
Es krim buatan Niruben disebut berbeda dari produk komersial pada umumnya. Ia hanya menggunakan empat bahan utama, yaitu susu segar, krim, stevia, serta buah asli atau kacang-kacangan. Produk tersebut dibuat tanpa pewarna, perisa buatan, maupun pengawet.
Dalam kesehariannya, Niruben masih terlibat langsung dalam proses produksi. Pembuatan es krim dilakukan dengan metode tradisional menggunakan kadhai atau wajan besar yang dipanaskan di atas tungku. Susu direbus perlahan hingga mencapai tekstur yang diinginkan sebelum dicampur dengan bahan lain.
Saat mulai berjualan, Niruben hanya menawarkan lima rasa, yakni rose coconut, chocolate, badam pista kesar, kesar elaichi, dan variyali. Seiring waktu, pilihan rasa berkembang hingga sekitar 27 varian.
Popularitas es krim rumahan ini disebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejumlah pelanggan yang dulu datang sejak kecil kini kembali membawa anak dan cucu mereka untuk menikmati es krim yang sama.
Karena tidak menggunakan bahan pengawet maupun tambahan lain, es krim buatan Niruben hanya dapat bertahan maksimal tujuh hari dalam kondisi beku. Kualitas yang dijaga dengan cara tersebut menjadi salah satu alasan usaha Niruben mampu bertahan hampir empat dekade.

