BERITA TERKINI
Penanggung Jawab Dapur MBG Kedungwungu Klarifikasi Menu yang Dinilai Tak Layak Konsumsi

Penanggung Jawab Dapur MBG Kedungwungu Klarifikasi Menu yang Dinilai Tak Layak Konsumsi

Program Makan Bergizi (MBG) di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, menjadi perhatian publik setelah beredar dokumentasi menu yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak. Menanggapi hal itu, Kusyanto selaku penanggung jawab dapur MBG Desa Kedungwungu menyampaikan klarifikasi.

Kusyanto mengatakan, dokumentasi menu MBG yang viral di media sosial tidak menggambarkan keseluruhan menu harian. Ia mengakui pada hari tertentu terdapat keterbatasan bahan sehingga porsi makanan terlihat minim.

“Memang benar ada dokumentasi yang menampilkan nasi, satu butir telur, sedikit tempe, dan pisang. Namun perlu kami luruskan, tidak setiap hari menunya seperti itu. Ada kalanya kami menyajikan lauk lain seperti ayam, ikan, maupun sayuran,” ujar Kusyanto, Jumat (29/8/2025).

Ia menambahkan, dapur MBG Kedungwungu tetap berupaya mengikuti pedoman gizi seimbang yang ditetapkan pemerintah daerah. Namun, keterbatasan anggaran serta distribusi bahan makanan disebut menjadi kendala utama dalam pelaksanaannya.

“Kami di lapangan berusaha maksimal dengan anggaran yang ada. Kalau ada menu yang terlihat kurang lengkap, itu bukan disengaja. Kami sangat menerima kritik dari masyarakat untuk evaluasi ke depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kusyanto menyatakan komitmennya untuk meningkatkan transparansi pelaksanaan MBG, termasuk terkait penggunaan anggaran dan menu harian yang disajikan. Ia berharap kritik yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.

“Kami siap terbuka, baik soal belanja bahan maupun menu yang disajikan. Harapannya dengan adanya kritik ini, pemerintah daerah bisa ikut mengevaluasi dan memperbaiki sistem agar tujuan MBG benar-benar tercapai,” pungkasnya.