BERITA TERKINI
Pemprov Kalteng dan APJI Perkuat Sinergi Dorong Pengembangan Kuliner Daerah

Pemprov Kalteng dan APJI Perkuat Sinergi Dorong Pengembangan Kuliner Daerah

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kalimantan Tengah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026 di Ballroom Hotel Luwansa Palangka Raya, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan sinergi antara pelaku usaha kuliner, pemerintah daerah, dan organisasi profesi untuk mendorong perkembangan sektor jasaboga serta kuliner lokal.

Rakerda tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi, Hukum dan Keanggotaan DPP APJI, Rudy Harsono, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP APJI, Tashya Megananda Yukki.

Ketua DPD APJI Kalimantan Tengah, Fayola Athalia H. Are, menyampaikan bahwa Rakerda merupakan wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi memajukan kuliner nusantara di Kalimantan Tengah. Ia berharap APJI dapat terus bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak agar sektor kuliner semakin maju dan memiliki daya saing.

Fayola juga memaparkan, APJI Kalteng saat ini memiliki satu DPD dan dua DPC dengan jumlah anggota sekitar 300 pelaku usaha kuliner dan jasa boga. Sementara secara nasional, APJI memiliki lebih dari 3.500 anggota. Menurutnya, besarnya jumlah pelaku usaha tersebut menjadi potensi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui sektor UMKM kuliner.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalteng, Sunarti, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rakerda APJI Tahun 2026. Ia menyatakan pemerintah provinsi berterima kasih kepada DPD APJI Kalteng atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sunarti menilai sektor kuliner memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar sehari-hari. Ia menyebut kebutuhan pangan sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus menekankan pentingnya kesinambungan antara potensi sumber daya alam dan kekayaan kuliner khas daerah.

Menurut Sunarti, Kalimantan Tengah tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan budaya Huma Betang, tetapi juga memiliki ragam kuliner tradisional yang berpotensi menjadi daya tarik wisata. Beberapa makanan khas yang disebutkan antara lain Juhu Singkah, Wadi, Kenta, hingga Tepe Dawen Jawau sebagai warisan kuliner turun-temurun masyarakat Dayak.

Melalui Rakerda ini, Sunarti berharap muncul langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM kuliner, mendorong penerapan standar higienitas jasa boga, serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Ia menegaskan sektor jasaboga dan kuliner diharapkan mampu menjadi salah satu pilar dalam kebangkitan ekonomi Kalimantan Tengah.