Permintaan terhadap pempek lenggang dilaporkan terus meningkat di Palembang, terutama dari kalangan anak muda. Salah satu penjual pempek di kawasan Palembang menyebut, jenis pempek ini kian dicari karena dinilai memiliki tampilan yang lebih menarik serta pilihan rasa yang lebih variatif dibandingkan pempek biasa.
Pempek lenggang juga dikenal disajikan dalam kondisi hangat, sehingga dianggap cocok dinikmati kapan saja. Waktu sore hingga malam hari disebut menjadi momen yang kerap dipilih masyarakat untuk menyantap hidangan ini.
Popularitas pempek lenggang tidak hanya terjadi di Palembang. Menu ini mulai merambah ke berbagai daerah di Indonesia, seiring semakin banyak pelaku usaha kuliner di kota-kota besar yang menghadirkannya di restoran maupun kedai.
Sejumlah pelaku usaha turut melakukan modifikasi untuk memperluas daya tarik, antara lain dengan menambahkan topping seperti keju, sosis, atau saus modern. Meski begitu, cita rasa asli pempek lenggang tetap disebut menjadi daya tarik utama yang sulit tergantikan.
Dari sisi ekonomi, perkembangan pempek lenggang dinilai memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Banyak UMKM yang mulai memproduksi pempek lenggang dari skala rumahan hingga industri kecil, yang pada gilirannya membuka peluang kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Pemerintah daerah juga disebut turut mendukung melalui penyelenggaraan festival kuliner dan kegiatan promosi untuk memperkenalkan pempek lenggang ke tingkat nasional bahkan internasional.
Peran media sosial menjadi faktor lain yang mendorong popularitas makanan ini. Berbagai konten yang menampilkan pengalaman mencicipi maupun proses pembuatan pempek lenggang, termasuk video pendek dari tahap memasak hingga penyajian, banyak dibagikan dan menarik perhatian pengguna internet.
Meski tren terus meningkat, terdapat tantangan dalam mempertahankan kualitas dan keaslian pempek lenggang di tengah meluasnya produksi dan beragamnya inovasi yang bermunculan.

