BERITA TERKINI
Pemkot Mojokerto Sosialisasikan B2SA di Sekolah, Ajak Pelajar Lebih Selektif Memilih Jajanan

Pemkot Mojokerto Sosialisasikan B2SA di Sekolah, Ajak Pelajar Lebih Selektif Memilih Jajanan

Pemerintah Kota Mojokerto menggulirkan edukasi pola konsumsi sehat bagi pelajar melalui sosialisasi B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman) di sekolah. Kegiatan ini digelar pada Selasa, 12 Mei 2028, di SMP Negeri 1 Mojokerto dan SMP Negeri 5 Mojokerto.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita hadir langsung dan mengajak siswa lebih bijak dalam memilih makanan serta jajanan sehari-hari. Ia menekankan bahwa konsep B2SA penting untuk membentuk pola makan sehat sejak usia sekolah.

“Apa itu B2SA? Jadi makanan yang kalian makan itu pertama harus beragam, kedua harus bergizi seimbang, dan ketiga harus aman,” ujar Ning Ita di hadapan para siswa.

Ning Ita menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat pada dasarnya sudah mengacu pada konsep B2SA karena setiap dapur SPPG didampingi tenaga ahli gizi. Namun, ia mengingatkan bahwa pemenuhan gizi siswa tidak hanya berasal dari program tersebut, melainkan juga dari kebiasaan jajan sehari-hari.

“Yang kalian makan setiap hari kan tidak hanya MBG. Kalian masih dapat uang saku dari orang tua dan masih jajan. Nah, uang jajan itu pilihlah makanan yang memenuhi kategori B2SA,” katanya.

Ia juga mengingatkan pelajar agar tidak sembarangan membeli makanan di lingkungan sekolah maupun pedagang kaki lima. Pemerintah, menurutnya, tidak melarang siswa membeli jajanan, tetapi meminta mereka lebih selektif memilih makanan yang sehat dan aman.

“Memang uang jajannya boleh dibelikan makanan apa saja, tapi tolong pilihlah makanan yang sehat. Karena kesehatan kalian dan kecerdasan berpikir kalian sangat ditentukan oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh kalian,” tegasnya.

Ning Ita menambahkan, konsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan sekaligus menurunkan konsentrasi belajar. Ia menilai usia remaja merupakan fase penting pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan nutrisi lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral hingga serat.

“Jangan isinya hanya karbohidrat dan protein saja, tapi juga harus ada lemak, vitamin, mineral, dan serat. Semua itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kalian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Agung Moeljono mengatakan sosialisasi B2SA menjadi bagian penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Ia menyebut edukasi tentang pangan sehat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Sekolah tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pola hidup sehat peserta didik. Melalui sosialisasi ini kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa agar lebih cerdas memilih makanan yang aman dan bergizi,” ujar Agung.

Agung menambahkan, pihaknya juga mendorong sekolah-sekolah di Kota Mojokerto untuk menciptakan lingkungan sehat, termasuk pengawasan jajanan di kantin maupun sekitar sekolah. “Harapannya anak-anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki daya pikir yang baik sehingga mendukung prestasi belajar mereka,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ning Ita turut memotivasi para siswa untuk terus menggali potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik seperti olahraga dan seni. Menurutnya, kesehatan dan pendidikan menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi emas Kota Mojokerto.

“Kalau belum punya prestasi akademik, jangan berkecil hati. Gali potensi kalian di luar akademik. Yang penting ditekuni dengan konsisten dan terus-menerus,” pesan Ning Ita.

Melalui sosialisasi yang digelar serentak di dua sekolah tersebut, Pemkot Mojokerto berharap para pelajar semakin sadar pentingnya pola makan sehat dan mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, serta berprestasi.