Pemerintah Kota Lubuklinggau terus mengampanyekan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemar Ikan) sebagai upaya mendorong gizi seimbang sekaligus mencegah stunting. Gemar Ikan merupakan gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, yang diwakili Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Achmad Hasian Ritonga, saat membuka kegiatan Sosialisasi Gemar Ikan Tahun 2026 di Lubuklinggau, Selasa (5/5/2026).
Dalam sambutannya, Achmad Hasian Ritonga menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter menjadi fondasi utama untuk mewujudkan daerah yang maju dan berdaya saing.
Ia menyebut Gemar Ikan sebagai gerakan moral dan sosial yang mengajak masyarakat menyadari pentingnya konsumsi ikan sebagai bagian dari pola hidup sehat. “Ikan bukan sekadar bahan pangan, tetapi sumber gizi yang kaya protein, omega-3, vitamin, dan mineral yang penting bagi pertumbuhan dan kecerdasan,” ujarnya.
Melalui sosialisasi tersebut, ia berharap kesadaran masyarakat meningkat bahwa makan ikan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan, sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.
Sementara itu, Ketua TP PKK Lubuklinggau, Risca Priba Ayu, dalam materinya menyampaikan bahwa program Gemar Ikan telah digalakkan sejak 2004 sebagai upaya mengampanyekan pentingnya konsumsi ikan sejak dini. Menurutnya, Lubuklinggau turut mengampanyekan program tersebut, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi.
Kepala Dinas Perikanan Kota Lubuklinggau, Kamaludin, mengatakan Gemar Ikan merupakan gerakan nasional untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat. Ia menilai ikan sebagai sumber pangan sehat, bergizi tinggi, mudah didapat, serta terjangkau oleh semua kalangan, mulai dari balita hingga lansia.
Ia menambahkan, konsumsi ikan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kecerdasan, sehingga diharapkan dapat menjadi bagian utama dalam pola makan sehari-hari masyarakat.
Adapun peserta sosialisasi berjumlah 45 orang, terdiri atas kader posyandu dan orang tua anak penerima bantuan makanan dalam rangka penurunan angka stunting di Kota Lubuklinggau.

