BERITA TERKINI
Pemko Pekanbaru Dorong Kue Talam Ketan Durian Jadi Sajian Penyambutan Khas di Hotel hingga Bandara

Pemko Pekanbaru Dorong Kue Talam Ketan Durian Jadi Sajian Penyambutan Khas di Hotel hingga Bandara

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berupaya mengangkat potensi kuliner lokal sebagai identitas daerah dengan mendorong kue talam ketan durian menjadi sajian penyambutan khas (welcome food) bagi tamu yang datang ke Kota Pekanbaru. Sajian ini direncanakan hadir di lingkungan Pemko, hotel-hotel, hingga bandara.

Komitmen tersebut ditandai melalui penandatanganan kesepakatan bersama tentang penguatan kue talam ketan durian sebagai produk unggulan UMKM dan sajian penyambutan khas Kota Pekanbaru. Kesepakatan itu ditandatangani Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Pekanbaru, serta pemilik toko oleh-oleh terbesar di Riau. Penandatanganan disaksikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar di Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (11/6/2026).

Wali Kota Agung Nugroho mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemko bersama Ketua PHRI Kota Pekanbaru Nofrizal, para pelaku usaha, serta UMKM. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya mengangkat produk UMKM lokal sekaligus memperkenalkan identitas kuliner Pekanbaru.

Agung menilai, selama ini Pekanbaru belum memiliki makanan khas yang benar-benar dikenal luas sebagai ikon kota. Karena itu, kue talam ketan durian dipilih untuk diperkenalkan secara lebih masif kepada masyarakat maupun wisatawan.

Ia juga menyebut produk tersebut memiliki potensi untuk berkembang sebagaimana sejumlah merek oleh-oleh yang tumbuh dari usaha rintisan lokal. Dalam kesempatan itu, Agung mencontohkan pelaku usaha seperti Viera, Insyira, dan Nadhira Napoleon sebagai pengusaha yang berhasil membangun usaha dari nol hingga dikenal luas.

Pemko Pekanbaru, kata Agung, berharap kue talam ketan durian dapat berkembang menjadi produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.

Selain penguatan di tingkat lokal, Pemko Pekanbaru juga berupaya memperkenalkan kuliner daerah ke tingkat internasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajukan proposal kepada Michelin Guide, lembaga yang dikenal melakukan penilaian terhadap destinasi dan produk kuliner di berbagai negara. Agung berharap langkah tersebut dapat membantu memperkenalkan kekayaan kuliner Pekanbaru sekaligus meningkatkan daya tarik wisata kota.

Terkait kekhawatiran sebagian pihak mengenai aroma durian yang terlalu kuat, Agung menyatakan hal itu tidak terbukti setelah dilakukan berbagai uji coba. Rasa durian tetap terasa, namun aromanya disebut tidak menyengat sehingga dinilai dapat diterima berbagai kalangan.

Menurut Agung, kue talam ketan durian juga telah disajikan kepada sejumlah tamu penting, termasuk istri Wakil Presiden RI dan para istri menteri yang tergabung dalam organisasi Seruni Kabinet Merah Putih saat berkunjung ke Pekanbaru. Ia menyebut respons yang diberikan positif, bahkan ada yang ingin membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Ke depan, kue talam ketan durian akan disajikan sebagai penyambutan bagi tamu-tamu penting yang datang ke Pekanbaru, baik di hotel, bandara, maupun pada berbagai kegiatan resmi pemerintah. Untuk mendukung promosi produk UMKM, Pemko juga menggandeng sektor perhotelan.

Dalam skema kerja sama tersebut, setiap hotel akan didorong menyediakan pojok khusus Dekranasda yang menampilkan berbagai produk unggulan UMKM Kota Pekanbaru. Dengan cara ini, wisatawan yang menginap di hotel diharapkan lebih mudah mengenal dan membeli produk lokal.

Masih dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-242 Pekanbaru, Pemko juga akan menggelar Festival Kue Talam Ketan Durian Terpanjang di Dunia di Jalan Jenderal Sudirman pada 21 Juni pagi. Kegiatan ini disebut mendapat dukungan dari pelaku usaha oleh-oleh Viera, Insyira, dan Nadhira Napoleon yang siap menjadi sponsor.