BERITA TERKINI
Pemkab Lombok Tengah Perketat Pengawasan Pasokan Bahan Baku Dapur MBG

Pemkab Lombok Tengah Perketat Pengawasan Pasokan Bahan Baku Dapur MBG

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus memastikan ketersediaan bahan baku untuk mendukung operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan ketat dan evaluasi rutin dilakukan agar seluruh kebutuhan bahan pangan tetap aman dan mencukupi.

Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengatakan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur telah memiliki manajemen masing-masing, namun tetap berada dalam pendampingan dan pengawasan satuan tugas (satgas) kabupaten.

Menurut Nursiah, pemerintah daerah telah menugaskan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), untuk mengukur kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan MBG dari sektor pertanian lokal. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 4 Mei 2026.

Ia menyebutkan, hingga saat ini ketersediaan bahan pokok seperti beras, telur, dan kebutuhan lainnya masih dalam kondisi aman. Pemerintah daerah juga menyatakan tidak ditemukan kekurangan bahan baku pada dapur-dapur MBG yang beroperasi.

“Sejauh ini bahan baku seperti telur, beras, dan lainnya cukup tersedia. Tidak ada kekurangan untuk kebutuhan dapur. Beras aman. Tapi tetap nanti kita lihat data di Dinas Pertanian. Karena tentu satgas pasti menerima laporan,” kata Nursiah.

Selain memastikan ketersediaan harian, Pemkab Lombok Tengah juga menekankan pentingnya evaluasi berkala oleh satgas untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi potensi kekurangan bahan di masa mendatang.

“Satgas juga rutin melakukan evaluasi ketersediaan bahan. Stok bahan baku dari sektor pertanian kita aman untuk memenuhi kebutuhan MBG,” ujarnya.

Saat ini, jumlah dapur atau SPPG di Lombok Tengah tercatat sebanyak 16 unit yang tersebar di 12 kecamatan. Seluruh dapur yang beroperasi disebut menyerap bahan baku dari hasil pertanian dan peternakan lokal.

Pasokan tersebut mencakup beras, ikan, ayam, telur, hingga sayur-sayuran yang diupayakan berasal dari petani dan peternak di Lombok Tengah. Pemerintah daerah menilai langkah ini tidak hanya membantu menjaga ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal.