Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menargetkan kawasan street food di Jalan Kartini mulai dapat beroperasi pada akhir 2026. Kawasan ini dirancang sebagai pusat keramaian baru yang diharapkan menarik kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan pembangunan kawasan tersebut tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena membutuhkan perencanaan yang matang. Ia menyebut proyek berjalan sesuai rencana, meski tetap mendorong adanya percepatan dengan tetap mengutamakan ketelitian.
“Ini sudah on the track, meski saya minta ada percepatan-percepatan, namun tetap diperlukan ketelitian, karena ini tidak sekadar membangun jalan tetapi bagaimana membangun infrastruktur yang menyedot keramaian, menyangkut daya tarik. Jadi perlu ketelitian, pelan-pelan,” ujar Fawait, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Fawait, konsep pembangunan tidak hanya berorientasi pada fungsi jalan, tetapi juga estetika kawasan agar benar-benar menjadi magnet baru bagi pengunjung. Pemkab Jember juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan ketika kawasan sudah beroperasi, termasuk pengaturan lalu lintas dan penyediaan fasilitas kebersihan.
“Sarana dan prasarana kebersihan juga harus kami pikirkan. Semoga akhir tahun ini bisa selesai,” tambahnya.
Jalan Kartini merupakan salah satu ruas penting di Jember yang membentang dari Alun-Alun Jember di sisi utara hingga Jalan Trunojoyo di sisi selatan. Di sepanjang jalan ini terdapat sejumlah fasilitas publik, seperti kantor pemerintahan, sekolah, dan rumah ibadah, termasuk Gereja Santo Yusup.
Kawasan street food direncanakan berada di sisi utara bundaran Polres Jember hingga mendekati area selatan alun-alun. Lokasi tersebut selama ini juga dimanfaatkan sebagai area parkir saat kegiatan Car Free Day setiap Minggu.
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada segmen sekitar 200 meter di utara bundaran Polres Jember hingga sebelum akses masuk Gereja Santo Yusup. Proses pembangunan masih berada pada tahap pembongkaran aspal utama.
Perbaikan trotoar di kedua sisi jalan juga telah dilakukan. Trotoar di sisi timur dibuat lebih lebar dibandingkan sebelumnya, sedangkan sisi barat diperbarui dan dilengkapi jalur khusus bagi penyandang disabilitas netra.
Pembangunan dilakukan secara bertahap agar aktivitas masyarakat tetap berjalan, terutama akses keluar masuk jamaah gereja. Selama pekerjaan berlangsung, area yang sedang diperbaiki ditutup sementara untuk kendaraan.

