BERITA TERKINI
Pemkab Bangkalan Ajak Pengusaha Kuliner Cari Solusi Pajak Restoran demi Peningkatan PAD

Pemkab Bangkalan Ajak Pengusaha Kuliner Cari Solusi Pajak Restoran demi Peningkatan PAD

Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggelar forum hearing bersama para pengusaha kuliner untuk membahas pajak restoran, penggunaan tapping box, dan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pertemuan yang dihadiri Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Jakfar dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Akhmad Ahadian Hamid itu berlangsung dengan penekanan pada pencarian solusi bersama.

Dalam forum yang melibatkan sejumlah pelaku usaha, di antaranya pemilik RM Gang Amboina, Bebek Sinjay, Warung RI, hingga RM Nasi Campur Nyak Lete’, pemerintah menyampaikan bahwa kebijakan pajak tidak dimaksudkan untuk memberatkan. Fauzan Jakfar menegaskan pemerintah ingin menemukan jalan tengah yang menguntungkan kedua pihak. “Kita ingin cari jalan bagaimana yang win-win solution. Kita juga tidak ingin memberatkan, tetapi tolong bantu pemerintah,” ujarnya.

Akhmad Ahadian Hamid mengajak pelaku usaha melihat pajak sebagai bagian dari gotong royong membangun daerah. Ia menilai rumah makan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal, sehingga kebijakan perlu disertai ruang dialog dan saling memahami. “Mari kita hidupkan semuanya. Mari berjibaku,” katanya.

Di sisi lain, Akhmad juga meluruskan persepsi yang beredar bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara singkat. Menurut dia, pengawasan dilakukan selama dua pekan, termasuk pada hari libur, untuk memastikan sistem berjalan dan mendukung peningkatan PAD. “Meskipun hari libur, teman-teman pemerintah tetap melaksanakan monitoring demi meningkatnya PAD di Bangkalan,” ujarnya.

Akhmad mengakui monitoring yang baru menyasar empat rumah makan sempat menimbulkan kesan tebang pilih. Namun ia menyebut keterbatasan personel dan waktu membuat pemeriksaan belum bisa menjangkau semua usaha secara bersamaan. Ia memastikan ke depan monitoring akan dilakukan secara merata. “Ke depan semua warung di Bangkalan akan kami laksanakan monitoring, sehingga tidak ada kesan tebang pilih,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bapenda juga mendorong keteladanan dari pelaku usaha kuliner lokal. Akhmad berharap pengusaha rumah makan besar yang tumbuh dari warga Bangkalan dapat menjadi contoh dalam ketertiban dan kepatuhan, sekaligus menunjukkan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Ia menegaskan peningkatan PAD menjadi salah satu kunci agar Bangkalan dapat berkembang. “Bangkalan tidak akan bisa berkembang apabila PAD tidak bisa ditingkatkan,” pungkasnya.