Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggandeng pihak swasta untuk mempromosikan beragam produk kuliner pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar semakin dikenal dan memiliki daya saing.
Bupati Bangka Barat Markus mengatakan Mentok Food Festival tidak sekadar menjadi perayaan kuliner, melainkan langkah untuk memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Mentok Food Festival menjadi ajang untuk mengenalkan kekayaan kuliner dan potensi lokal Bangka Barat kepada masyarakat maupun wisatawan. Saya mengajak seluruh masyarakat mendukung UMKM, dan bersama-sama membangkitkan perekonomian daerah melalui kegiatan ini,” kata Markus di Mentok, Senin.
Menurut Markus, kekayaan kuliner serta kreativitas pelaku UMKM merupakan aset yang perlu terus dipromosikan. Ia menilai festival yang digelar dengan melibatkan swasta ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, memperluas pangsa pasar produk lokal, dan menjadi agenda unggulan yang dinantikan setiap tahun di Bangka Barat.
“Ini menjadi ruang promosi yang efektif bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal dan memberikan efek berganda terhadap sektor ekonomi lainnya,” ujarnya.
Mentok Food Festival pertama kali digelar dan telah berlangsung sejak 18 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan beragam makanan khas Bangka Belitung, jajanan tempo dulu, hingga produk unggulan UMKM yang menyasar para pecinta kuliner.
Festival tersebut diproyeksikan menjadi magnet baru yang tidak hanya diminati penggemar kuliner, tetapi juga diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dengan konsep pasar rakyat, Mentok Food Festival mengolaborasikan penjualan kuliner lokal dengan hiburan kekinian yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
Puluhan pelaku usaha kuliner dan UMKM turut ambil bagian memasarkan produk kepada pengunjung. Ketua Panitia Mentok Food Festival Dodi menyebut panitia menyiapkan 62 tenda, dengan lebih dari 20 pelaku UMKM lokal yang terlibat, sementara peserta lainnya berasal dari Pangkalpinang dan kabupaten lain.

