BERITA TERKINI
Pelaku Usaha Kuliner di Sampang Keluhkan Harga Bright Gas Saat Beralih dari LPG 3 Kg

Pelaku Usaha Kuliner di Sampang Keluhkan Harga Bright Gas Saat Beralih dari LPG 3 Kg

Sejumlah pelaku usaha kuliner di Kabupaten Sampang mulai menukarkan tabung LPG subsidi 3 kilogram ke Bright Gas nonsubsidi. Meski mendukung kebijakan tersebut, para pelaku usaha mengeluhkan harga Bright Gas yang dinilai masih tinggi dan berharap harganya tetap terjangkau agar usaha kuliner dapat bertahan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Owner Kaldu Kokot Kramat Sampang, Zahra, menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak kenaikan harga gas terhadap penjualan makanan. Menurutnya, kenaikan biaya operasional berpotensi mendorong pelaku usaha menaikkan harga jual, namun hal itu dikhawatirkan memberatkan pelanggan.

“Kami tetap minta agar sedikit diturunin harga Bright Gas supaya tetap terjangkau. Karena semua owner itu tidak enak kalau harus menaikkan harga jual, takut pelanggan merasa keberatan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Zahra menambahkan, kenaikan harga gas menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha yang juga menghadapi penurunan jumlah pembeli. Meski demikian, ia mengapresiasi pelayanan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam program penukaran tabung LPG subsidi ke Bright Gas yang dinilai ramah dan tertata.

“Pelayanannya bagus, welcome ke masyarakat, kami disambut dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri, menjelaskan program penukaran tabung berlangsung pada 18 hingga 23 Mei 2026. Kegiatan digelar setiap hari pukul 09.00–14.00 WIB di sisi barat Taman Bunga, tepat di depan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang.

Dalam program tersebut, sejumlah pelaku usaha kuliner seperti Bebek Songkem Pak Salim, Rumah Makan Sultan, hingga Restoran Kaldu Kramat tercatat ikut menukarkan tabung LPG 3 kilogram mereka ke Bright Gas sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan penggunaan LPG nonsubsidi bagi pelaku usaha.