Ragam kuliner khas Can Tho menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian Pekan Kebudayaan dan Pariwisata. Di area acara, deretan warung dan kios makanan tampak ramai dikunjungi wisatawan yang ingin mencicipi hidangan lokal sekaligus mengenal cerita di baliknya.
Antusiasme pengunjung terlihat, salah satunya di warung Co Hai Homestay. Pemiliknya, Pham Thi Thuy Diem dari komune An Thanh, mengatakan kue udang goreng yang disiapkan terus dibuat namun tetap belum mencukupi permintaan. Ia menyebut ini kali pertama mengikuti kegiatan promosi berskala besar dan membawa sejumlah makanan khas setempat, seperti banh num co, perkedel udang goreng, manisan buah banh, teh bunga ban, hingga bubuk ban. Diem berharap sajian tersebut dapat memperkenalkan keunikan Pulau Dung kepada wisatawan agar tertarik datang dan merasakan pengalaman lebih banyak di daerah itu.
Kesan positif juga datang dari pengunjung luar daerah. Dang Le Huyen Trang dari Kelurahan Viet Tri, Provinsi Phu Tho, yang untuk pertama kalinya berkunjung ke Can Tho pada momen tersebut, mengaku terkesan dengan ruang pameran dan kios yang menjual makanan khas. Ia menilai hidangan yang disajikan memiliki cita rasa khas Delta Mekong, didukung keramahan warga setempat, dan menyatakan keinginannya untuk kembali.
Salah satu keunggulan area kuliner di acara ini adalah banyak hidangan disiapkan langsung di tempat. Para penjual juga memberikan penjelasan rinci mengenai asal-usul, cara pembuatan, serta karakteristik tiap makanan. Truong Thanh Hoang dari Kota Ho Chi Minh menilai informasi yang disampaikan dengan antusias membantu wisatawan memahami lebih dalam tentang hidangan tradisional, sekaligus menunjukkan keunikan masing-masing sajian.
Dari sisi pelaku usaha kuliner, Do Phuc Linh, pemilik Restoran Khanh Linh di Kelurahan Binh Thuy sekaligus anggota Asosiasi Koki Can Tho, menyebut para koki menghadirkan sekitar 30 hidangan khas Delta Mekong. Di antaranya banh xeo, banh khot, goi cuon, banh cuon dua, bun mam, hingga oc hiep tieu. Seluruh menu disiapkan di tempat agar pengunjung dapat menyaksikan prosesnya dan menikmati rasa yang dinilai lebih otentik.
Warga lokal pun turut ambil bagian memperkenalkan hasil olahan tradisional. Ngo Nguyen Hong Loan dari Kelurahan Ninh Kieu mengapresiasi penataan ruang yang dinilai profesional dan kental semangat Delta Mekong. Menurutnya, rangkaian kegiatan kuliner—mulai dari area pengrajin, Asosiasi Koki Can Tho, hingga prasmanan kue dan buah-buahan tradisional—menarik perhatian karena penyajiannya indah, bersih, dan berkualitas.
Perwakilan Koperasi Pariwisata Con Son Xanh di Kelurahan Binh Thuy, Do The Vy, mengatakan masyarakat membawa berbagai kue tradisional dan buah khas untuk diperkenalkan kepada wisatawan. Ia menyebut sejumlah kue terkait dengan desa-desa kerajinan tradisional, seperti banh hoi kim tien, banh bo, dan banh da lon, yang disiapkan warga Con Son sebagai bentuk sambutan bagi pengunjung.
Sementara itu, Tran Thanh Thai, anggota Komite Tetap Asosiasi Pariwisata Kota Can Tho yang bertanggung jawab atas prasmanan kue dan buah tradisional bertajuk “Cita Rasa Thai Do”, menjelaskan program tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi kepada wisatawan melalui hidangan tradisional dan buah khas daerah. Ia menyebut seluruh anggota membawa produk terbaik dari unit masing-masing, mulai dari kebun dan objek wisata hingga hotel berbintang, untuk bersama-sama mempromosikan kuliner lokal. Menurutnya, kegiatan itu mendapat respons positif dari wisatawan.
Thai menambahkan, keberhasilan prasmanan kue dan buah tradisional tersebut menjadi dasar bagi Asosiasi Pariwisata Kota Can Tho untuk mengembangkan model serupa pada acara berskala besar berikutnya. Dalam jangka panjang, asosiasi menargetkan terbentuknya festival makanan Can Tho tersendiri guna memperluas promosi nilai-nilai kuliner khas daerah.

