PANGKALPINANG — Rencana aksi unjuk rasa gabungan organisasi kemasyarakatan di kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (26/10/2020), dimanfaatkan sejumlah pedagang untuk menggelar lapak dagangan di sekitar lokasi.
Para pedagang berharap dapat memperoleh penghasilan dari peserta aksi maupun aparat keamanan yang bertugas. Salah satunya Lia, pedagang jagung manis dan minuman ringan, yang membuka lapak di emperan trotoar kantor gubernur setelah mendengar kabar akan ada demonstrasi.
“Tadi saya lewat ada mobil ramai. Katanya mau ada demo. Mudah-mudahan ada rezeki,” kata Lia.
Lia mengaku kerap memanfaatkan momen aksi unjuk rasa untuk berjualan. Dalam kesehariannya, ia biasanya berdagang di Pasar Air Itam, Pangkalpinang. Menurut dia, saat aksi berlangsung ramai, pendapatannya bisa mencapai sekitar Rp 300.000.
Namun, berjualan di lokasi unjuk rasa, kata Lia, menuntut pedagang untuk siap berpindah. Pedagang biasanya mengikuti titik kumpul massa, yang dapat bergeser dari kantor gubernur ke lokasi lain seperti kantor DPRD.
“Ini tampaknya mau pindah juga. Jam segini belum terlihat yang demo. Beberapa yang belanja tadi dari kepolisian,” ujarnya.
Pedagang lain, Rendi, juga membuka dagangan di lokasi tersebut. Penjual bakso dengan gerobak motor itu mengatakan dagangannya cenderung lebih laris saat ada aksi massa. “Biasanya laris manis. Makanya banyak teman-teman yang ngumpul di sini,” ucapnya.
Aksi unjuk rasa rencananya digelar kelompok yang mengatasnamakan Masyarakat Babel Evaluasi Gubernur (Mabrur). Kelompok ini disebut terdiri dari Cipayung Plus, IMM, HMI, PMII, KAMMI, dan GMKI, dengan agenda mengevaluasi kepemimpinan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman.
Meski demikian, hingga pukul 11.40 WIB, massa aksi belum terlihat di lokasi. Sementara itu, polisi dan petugas Satpol PP tampak berjaga di kawasan pintu gerbang kantor gubernur. Di media sosial beredar informasi aksi akan diikuti sekitar 500 orang dan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB.

