Kompleks Candi Prambanan ramai dipadati wisatawan pada masa libur Lebaran 2026. Di tengah kunjungan tersebut, Pasar Medang menjadi salah satu titik yang banyak diserbu pengunjung karena menghadirkan deretan kuliner tradisional dalam konsep pasar dadakan.
Pasar Medang beroperasi pada 21–24 Maret 2026, dengan jam layanan sekitar pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Di area ini, tak kurang dari 20 booth makanan dan minuman tradisional berjajar, menawarkan berbagai pilihan menu dari camilan hingga makanan berat.
Sejumlah kuliner yang disajikan antara lain sate klatak khas Imogiri Bantul yang dibakar menggunakan jeruji sepeda, tahu gimbal khas Semarang, kerak telor khas Betawi, gudeg dan oseng mercon Kotagede, leker khas Pasar Ngasem, nasi goreng babat semarangan, hingga sate kronyos khas Pasar Beringharjo. Untuk minuman, tersedia pilihan seperti jeruk keprok, rujak pelem (mangga), es teler, dan es dung-dung.
Vika, pemilik booth sate klatak di Pasar Medang, mengatakan antusiasme wisatawan cukup tinggi selama pelaksanaan pasar tersebut. Ia menyebut dalam tiga hari hampir dua ekor kambing habis terjual. “Antusiasme wisatawan yang jajan tinggi,” ujarnya saat ditemui Senin, 23 Maret 2026.
Selain sate klatak, Vika juga menjual nasi gulai dan sate ayam. Dengan rentang harga Rp30.000 hingga Rp50.000 per porsi, ia menyebut penjualan bisa mencapai sekitar 100 porsi per hari. Menurutnya, menu sate klatak menjadi yang paling banyak diminati karena wisatawan dapat membelinya tanpa harus pergi ke Imogiri. “Paling banyak peminat memang sate klatak, mungkin karena dekat (lokasi liburan) jadi banyak yang sekalian beli, tak sampai Imogiri,” kata Vika.
Pasar Medang juga dilengkapi panggung budaya bagi sanggar-sanggar lokal. Kehadiran pasar ini menambah pilihan aktivitas wisatawan selain menikmati pertunjukan sendratari di kawasan Candi Prambanan.
Salah satu pengunjung, Hiskia (32) asal Lendah, Kulon Progo, mengaku baru mengetahui ada pasar tradisional di dalam kompleks Candi Prambanan. Ia mengatakan sempat membeli tahu guling dan sate kronyos. “Rasanya lumayan, tak perlu jauh-jauh pindah lokasi kalau dekat begini, bisa makan lesehan di atas rumput sambil lihat Candi Prambanan dari dekat,” ujarnya.
Direktur Operasi Injourney Destination Management (IDM) sekaligus pengelola Candi Prambanan, Indung Purwita Jati, menyampaikan Pasar Medang menjadi salah satu spot yang menarik minat wisatawan. Ia menyebut kegiatan ini diikuti lebih dari 20 UMKM kuliner tradisional dari wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta ramai sejak awal dibuka.
Indung menambahkan, pada H+2 libur Lebaran jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan dan destinasi lain yang dikelola IDM masih meningkat secara dinamis. Selain Candi Prambanan, IDM mengelola Candi Borobudur, Candi Ratu Boko, Taman Mini Indonesia Indah, serta Teater Pentas.
Menurut proyeksi IDM, total kunjungan selama libur Lebaran untuk seluruh destinasi tersebut diperkirakan mencapai 360.000 orang, dengan target khusus Candi Prambanan sekitar 129.000 pengunjung. Ia juga menyampaikan data terkini menunjukkan tren kunjungan yang positif, dengan catatan wisatawan menembus 18.000 orang hingga jam operasional ditutup pada hari sebelumnya. Target kunjungan harian di Candi Prambanan disebut 20.000 orang, sementara realisasi rata-rata saat ini sekitar 17.000 orang per hari.

