BERITA TERKINI
Pasar Kuliner Jadul Meriahkan Buka Luwur Sunan Kudus, UMKM Sajikan Aneka Jajanan Tradisional

Pasar Kuliner Jadul Meriahkan Buka Luwur Sunan Kudus, UMKM Sajikan Aneka Jajanan Tradisional

KUDUS — Rangkaian kegiatan Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 1448 H dimeriahkan dengan Pasar Kuliner Jadul yang digelar di Alun-Alun Kulon Menara Kudus. Kegiatan ini dibuka hingga 10 Muharram atau 24 Juni 2026.

Dalam pasar kuliner tersebut, puluhan hingga ratusan pelaku UMKM menyajikan beragam makanan tradisional khas tempo dulu. Sejumlah menu yang ditawarkan antara lain sego jangkrik, sego pedho, cenil, klepon, tiwul, serta aneka jajanan pasar. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan Buka Luwur sekaligus sarana mengenalkan kembali kekayaan kuliner lokal kepada generasi muda.

Pembukaan Pasar Kuliner Jadul dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Eko Djumartono yang mewakili Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Turut hadir Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), tokoh agama, unsur TNI-Polri, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), santri, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Eko mengapresiasi YM3SK, pengelola Makam Sunan Muria, serta para pelaku UMKM yang berpartisipasi. Ia menilai pasar kuliner tersebut tidak hanya menjaga dan melestarikan budaya serta kuliner tradisional, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan menjadi ruang promosi bagi UMKM lokal.

Menurut Eko, pasar kuliner yang digelar dua kali dalam setahun itu memiliki nilai strategis untuk menjaga warisan budaya yang mulai jarang dikenal generasi muda. Ia menyebut anak-anak dan generasi sekarang perlu dikenalkan kembali pada makanan tradisional yang dahulu dekat dengan kehidupan masyarakat.

Eko juga menilai kegiatan ini berdampak ganda, yakni pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan UMKM. Pemerintah Kabupaten Kudus, kata dia, akan terus bersinergi dengan Yayasan Menara dan Makam Sunan Kudus dalam mendukung kegiatan budaya dan keagamaan yang berdampak positif, termasuk memikirkan penataan kawasan Menara Kudus agar lebih nyaman bagi pengunjung dan warga sekitar.

Sementara itu, Ketua YM3SK Muchammad Fatchan mengatakan Pasar Kuliner Jadul digelar untuk mengangkat kembali makanan tradisional yang mulai ditinggalkan. Ia menekankan pentingnya mengenalkan makanan lama yang dinilai sehat dan pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Fatchan menambahkan, seluruh pelaku UMKM yang terlibat berasal dari kawasan sekitar Menara Kudus dan desa-desa penyangga. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari penyelenggaraan pasar kuliner diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat melalui peningkatan pendapatan dan penguatan ekonomi warga.